Barang bukti berupa sabu-sabu yang disita polisi dari tangan tersangka Suryadi, Kecamatan Sumberpucung (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Barang bukti berupa sabu-sabu yang disita polisi dari tangan tersangka Suryadi, Kecamatan Sumberpucung (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Meski Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2019 berakhir, bukan berarti jajaran kepolisian yang ada di wilayah hukum Polres Malang, lantas berleha-leha. Sebab peredaran narkoba, saat ini memang semakin marak terjadi. Buktinya, seorang pengedar narkoba jenis sabu, baru saja diringkus Unit Reskrim Polsek Sumberpucung, Sabtu (9/2/2019) dini hari.

Tersangkanya adalah Suryadi, warga Dusun Sanggrahan, Desa Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo. Dari tangan pelaku, polisi menyita satu poket sabu dengan berat sekitar 0,30 gram, satu unit handphone, serta seperangkat alat hisap.

Kanit Reskrim Polsek Sumberpucung, Ipda Zaenal Arifin menuturkan, kasus ini terungkap setelah sebelumnya petugas berhasil meringkus seorang tersangka lain, yang bernama Muhammad Yusuf Hasofi, Warga Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, pada 1 Februari lalu.

Yusuf diringkus polisi saat hendak melangsungkan transaksi sabu. Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa satu poket sabu seberat 2,63 gram, satu timbangan, seperangkat alat hisap, serta satu benda tajam.

Dalam penuturannya, pria 28 tahun itu mengaku jika mendapatkan pasokan dari tersangka atas nama Suryadi. Mendapat keterangan tersebut, beberapa personel dikerahkan ke lapangan untuk melakukan pengembangan.

Dari hasil penelusuran, petugas mendapat informasi jika Suryadi sedang berada dirumahnya. Bahkan, pria 46 tahun itu berniat hendak bertransaksi narkoba. Hingga akhirnya, petugas berhasil mengamankan tersangka beserta barang bukti, yang disita polisi.

Di hadapan penyidik, Suryadi mengaku jika pihaknya menjadi pengedar sabu selama satu bulan belakangan ini. Semula, pria yang nyaris berusia kepala lima tersebut, hanya seorang pemakai. Namun beberapa temannya yang mengetahui kebiasaan buruk pelaku, justru berminat dan memesan barang haram tersebut kepada tersangka.

Merasa tergiur, pelaku akhirnya iseng memenuhi permintaan pembeli. Namun, baru 30 hari menikmati uang hasil penjualan sabu, Suryadi audah diringkus polisi. “Berdasarkan keterangannya, selama ini tersangka mendapatkan pasokan dari seorang bandar yang ada di Kota Malang. Saat ini masih kami lakukan pengembangan,” tegas Zaenal.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2008 tentang narkotika. Sedangkan ancamannya, maksimal 20 tahun penjara.

 

End of content

No more pages to load