Barang bukti ribuan butir pil double L yang disita polisi dari tersangka Muhammad Rofik, Kecamatan Pagak (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Barang bukti ribuan butir pil double L yang disita polisi dari tersangka Muhammad Rofik, Kecamatan Pagak (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Bertubi-tubi. Kalimat ini mungkin tepat untuk menggambarkan kondisi peredaran narkoba di Kabupaten Malang. Bagaimana tidak, dalam 12 hari saja, sudah ada 90 tersangka dari 81 kasus yang diungkap Polres Malang. 

Berselang dua hari dari hasil Oprasi Tumpas Narkoba Semeru 2019. Tepatnya pada Jumat (8/2/2019) jajaran kepolisian Unit Reskrim Polsek Pagak, kembali meringkus seorang pengedar narkoba.

Tersangkanya adalah Muhammad Rofik, warga Dusun Sumberbendo, Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur. “Ketika diringkus di rumahnya, kami mendapat barang bukti berupa 3.720 butir pil Double L, serta uang hasil penjualan senilai Rp 170 ribu,” kata Kanitreskrim Polsek Pagak, Aipda Yustiar Iwantoko, Sabtu (9/2/2019).

Sebelum mengamankan pria 32 tahun tersebut, petugas sebelumnya juga sudah mengungkap seorang pengguna yang kedapatan mengkonsumsi barang haram tersebut.

Saat diinterogasi polisi, saksi mengaku jika selama ini membeli pil koplo dari tersangka atas nama Rofik. Mendapat keterangan tersebut, beberapa personel dikerahkan untuk melakukan penelusuran.

Hasilnya, petugas saat itu mendapat keterangan jika tersangka hendak melancarkan transaksi narkoba di rumahnya. Setelah melakukan penyanggongan selama beberapa jam, polisi yang berjaga-jaga di sekitar kediaman tersangka, akhirnya mendapati pelaku nampak menunggu kehadiran calon pembeli.

Melihat gerak-gerik yang mencurigakan, beberapa personel yang melakukan penyangongan semakin yakin jika Rofik merupakan salah satu jaringan yang terlibat peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Pagak.

Tanpa menunggu lama, petugas seketika mengerebek tersangka di rumahnya. Semula Rofik sempat mengelak, namun saat digeledah, korps berseragam coklat ini menemukan beberapa barang bukti. Akhirnya, pelaku hanya bisa pasrah saat digelandang ke Mapolsek Pagak. “Kasus ini masih kami lakukan penembangan, disinyalir masih ada jaringan lain yang terlibat dalam peredaran narkoba tersebut,” sambung Yustiar.

Di hadapan penyidik, Rofik mengaku jika mendapatkan pasokan dari seorang temannya, yang hingga kini masih berstatus buron. Sedangkan cara pemesanannya, biasanya dia janjian melalui telphone dan sepakat untuk bertemu di suatu tempat. “Tersangka menjual pil koplo sejak dua bulan lalu. Sedangkan uang hasil penjualan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” sambung Yustiar.

Selain menjadi pengedar, berdasarkan hasil tes urine yang dijalani. Pelaku juga terbukti sebagai pengguna pil double L. “Tersangka dijerat pasal 196 subsider 197 Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ancamannya kurungan penjara maksimal 12 tahun,” ujar Yustiar.

End of content

No more pages to load