Latifah Shohib Anggota Komisi X DPR RI saat mengisi Ilhami Executive Meeting 2019 di di Hotel Purnama, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Sabtu (9/2/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Latifah Shohib Anggota Komisi X DPR RI saat mengisi Ilhami Executive Meeting 2019 di di Hotel Purnama, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Sabtu (9/2/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Memperjuangkan anak kurang mampu hingga bisa sekolah ke jenjang lebih tinggi itu yang disampaikan Latifah Shohib Anggota Komisi X DPR RI pada acara Ilhami Executive Meeting 2019 di di Hotel Purnama, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Sabtu (9/2/2019).

“Karena komisi saya konsen di bidang pendidikan, sama seperti Bimbel ini yang juga pernah mendatangkan pembimbing untuk anak-anak kurang mampu di Kabupaten Malang lalu. Ingin berbagi untuk mereka yang kurang beruntung. Sehingga bagi anak kurang mampu dan pintar kami akan memperjuangkan,” kata Latifah. 

Ia menjelaskan pemerintah melalui Kementrian Pendidikan telah memiliki program Indonesia Pintar. 

Pragram itu ada untuk memperjuangkan anak pintar tetapi tidak memiliki kesempatan untuk sekolah karena kurang biaya.

“Tentunya agar Indonesia maju semakin meningkatnya kualitas pendidikan. Tidak hanya sekadar Indonesia Pintar, tetapi juga ada Beasiswa Bidik Misi,” imbuhnya.

Saat datang pada forum itu Latifah menginginkan kepada 43 orang yang tergabung dalam Bimbel Plus Ilhami dari Malang Raya, Surabaya, dan Tulungagung agar bisa membantu menginformasikan bantuan beasiswa tersebut.

Terlebih saat ini pelajar kelas XII bersiap untuk mengikuti ujian akhir dan akan masuk ke jenjang kuliah. 

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi  (Kemenristek Dikti) menyiapkan beasiswa dengan jumlah bantuan Rp 1.050.000 per orang. 

“Supaya bisa disampaikan kepada siswa ikut Bimbel yang orangtuanya punya keterbatasan ekonomi tapi punya akademik bagus agar bisa menerima manfaat ini. Bisa diinfokan,” jelas Latifah. 

Terlebih jika melalui jalur aspirasi akan mempermudah menerima bantuan beasiswa tersebut. 

“Kendala selama ini kadang mereka enggak ada akses, jadi mari kita bantu bersama,” harapnya. 

Menurutnya di Malang Raya sejak tahun 2015-2018 lalu sudah ada 1.600 mahasiswa yang menerima bidik misi. 

Mereka meruapakan mahasiswa  Universitas Islam Malang, Universitas Merdeka, Universitas Negeri Malang, dan sebagainya. 

End of content

No more pages to load