Ilustrasi (Istimewa).

Ilustrasi (Istimewa).



MALANGTIMES - Malang Corruption Watch (MCW) sebut pola suap menyuap dominasi kasus korupsi di Indonesia. Dari seluruh total kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), suap menyuap menduduki posisi pertama.

Koordinator MCW, M. Fachruddin menjelaskan, dari data yang ada, tercatat ada 657 kasus suap menyuap yang ditangani KPK sejak awal penanganan kasus. Disusul sektor pengadaan barang dan jasa dengan jumlah kasus mencapai 188, dan posisi ke tiga berkaitan dengan perizinan yang mencapai sekitar 23 kasus.

"Tiga sektor ini memang yang paling banyak ditangani KPK, dan yang dominan pada sektor suap menyuap," katanya dalam diskusi yang dilakukan MCW belum lama ini.

Di Jawa Timur sendiri, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menurutnya ada beberapa temuan berkaitan dengan proses pemerintahan daerah di 38 kota dan kabupaten. Sederet temuan yang menjanggal terkait laporan keuangan yang ada.

"Dan menariknya, jumlah temuan BPK itu setiap tahunnya selalu bertambah, dan bentuknya masih sama seperti tahun sebelumnya. Ini yang menjadi pertanyaan publik," jelasnya.

Dia pun mencontohkan kemungkinan adanya praktik tender yang selalu dimenangkan oleh satu perusahaan dan pengusaha yang sama setiap tahunnya. Hal seperti ini juga yang banyak menjadi catatan tersendiri, dan banyak menimbulkan pertanyaan.

"Temuan terkait pengadaan paket pengadaan barang dan jasa memang masih banyak ditemukan," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Kuskridho Ambardi menjelaskan, dari survei yang dilakukan ke para pengusaha, ada pendapat yang menyebut jika proses suap menyuap itu menjadi hal yang biasa.

Diantaranya sebagai bentuk ucapan terima kasih. Namun ada juga beberapa pengusaha yang berpendapat jika mereka memberikan suap, baik berupa uang atau yang lain lantaran takut urusannya membuat izin diperlambat.

"3 dari 10 responden kami dari kalangan pengusaha menyebut jika proses yang dilakukan pemerintahan tak sesuai dengan prosedur. Sementara sisanya berpendapat jika prosedur yang dilakukan telah sesuai," urainya. 

End of content

No more pages to load