logo

Ilustrasi (Istimewa).

Ilustrasi (Istimewa).



MALANGTIMES - Ramah ibu, Pemerintah Kota Malang akan segera tambah fasilitas ruang Ibu menyusui. Terutama untuk kawasan ruang publik seperti taman hingga layanan umum yang ada di kawasan block office atau kantor tarpadu.

Hal itu disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji belum lama ini. Pria berkacamata tersebut menyampaikan, untuk menjadi kota yang ramah ibu, ramah anak, hingga ramah perempuan dan ramah lansia, maka sederet fasilitas yang dibutuhkan memang harus dipenuhi. Secara bertahap, sederet fasilitas itu dibangun untuk kenyamanan masyarakat.

"Untuk jadi kota ramah anak, kita buatkan tempat bermain anak-anak hingga transportasi umum yang ramah. Begitu juga ketika ingin ramah Ibu, setidaknya tempat menyusui atau laktasi memang harus terus ditambah," kata suami Widayati Sutiaji itu.

Politisi Demokrat ini juga menjelaskan, jumlah ruang menyusui akan didata kembali. Selanjutnya akan dilakukan penambahan di kawasan yang lebih penting. Terutama ruang terbuka seperti taman yang memang menjadi tempat bermain anak.

"Biasanya di taman seorang ibu juga membawa anaknya yang masih harus disusui. Beberapa ada ruang laktasi, tapi beberapa tidak ada. Maka memang perlu didata ulang," jelasnya.

Lebih jauh dia menekankan jika penambahan ruang menyusui itu tidak menutup kemungkinan dibangun di kawasan perkantoran pemerintahan. Karena mungkin saja ada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang yang sedang masa menyusui dan butuh memompa ASI.

Karena sesuai dengan aturan yang dikeluarkan Kementerian Tenaga Kerja Indonesia, pekerja wanita yang dalam masa menyusui harus difasilitasi untuk memompa ASI di ruang khusus atau ruang laktasi. Karena pemerintah juga mencanangkan ASI eksklusif untuk anak hingga usia enam bulan.

"Bisa saja nanti kantor pemerintahan dibuatkan, tapi yang diutamakan sepertinya untuk kantor layanan terpadu dulu. Di mana ada ibu yang mengurus administrasi dan membawa anak-anaknya," pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Timur, saat ini Kota Malang tergolong masih kekurangan ruang menyusui. Karena jumlah ruang laktasi baru sebanyak 31 ruang. Semestinya, satu kantor pemerintahan wajib memiliki satu ruang laktasi. 

End of content

No more pages to load