Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Rusman Hadi (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Rusman Hadi (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - SMPN 13 Malang kedatangan tamu anggota Komisi D DPRD Kota Malang Jumat 8 Februari pagi tadi. Kedatangan Komisi D DPRD ini tidak lain untuk menggelar inspeksi mendadak (sidak) di SMPN yang terletak di Jl Sunan Ampel 2, Dinoyo ini.

Sebelumnya, DPRD mendapat laporan dari beberapa wali murid bahwa 4 siswa dikeluarkan dari sekolah. "Kami mendapat laporan dari empat wali murid SMPN 13 Malang bahwa anaknya dikeluarkan," ujar anggota Komisi D DPRD Kota Malang Rusman Hadi.

Rusman menjelaskan, ternyata dikeluarkannya anak-anak ini lantaran mereka ketahuan menggunakan narkotika dan minuman keras. "Nah, dikeluarkannya anak-anak ini dikarenakan mereka ketahuan menggunakan narkotika atau minuman keras," imbuhnya.

Pihak sekolah memberikan kebijakan bahwa empat siswa yang terbukti menggunakan narkotika ini akan dipindahkan ke sekolah lain. Namun, hanya satu siswa  yang pindah. "Tiga wali murid tidak ingin anaknya dipindahkan ke sekolah lain. Hanya siswa (R) yang pindah ke MTs Sunan Giri," terangnya.

Sedangkan  tiga siswa lainnya akan tetap melanjutkan pendidikannya di SMPN 13 Malang. Tetapi, dengan konsekuensi tidak bisa naik kelas. Hal ini karena poin pelanggaran mereka telah melebihi batas, yakni lebih dari 120 poin.

"Kalau terlampaui dari 120 poin, konsekuensinya dikeluarkan atau tinggal kelas. Saya lihat tadi mereka poinnya sudah 150. Jadi, tiga siswa tersebut tahun depan akan tetap di kelas 7," ungkap Rusman.

Pihak dari SMPN 13 enggan menanggapi permasalahan ini. Salah satu staf sekolah yang enggan menyebutkan nama menyatakan bahwa komentar dari kepala sekolah, yang pada saat itu belum bisa ditemui, sama dengan pernyataan dari pihak DPRD Kota Malang. "Ini permasalahan internal," ujarnya.

Sementara, tiga wali murid yang tadi datang terpantau menangis. "Sudah. Sudah beres. Setelah di sini, tapi tidak naik kelas. Senin depan sudah mulai masuk," ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

End of content

No more pages to load