Screenshot cuitan warganet yang marah atas puisi Fadli Zon (Nana)

Screenshot cuitan warganet yang marah atas puisi Fadli Zon (Nana)



MALANGTIMES - Pilpres 2019 terus memanas dengan berbagai aksi dari kedua belah kubu yang berhadapan. Setiap ucapan dan tindakan pendukung dua paslon (pasangan calon) terus menjadi amunisi untuk saling menjatuhkan.

Media sosial (medsos) pun menjadi ajang pertempurannya. Seperti dalam kasus yang menjadi viral mengenai doa sesepuh PPP dan NU KH Maimun Zubair (Mbah Moen) serta direspons politikus Gerindra Fadli Zon dengan puisinya berjudul 'Doa yang Tertukar'.

Puisi itu yang membuat warganet menyerbu Fadli Zon dikarenakan telah menyinggung perasaan warga Nahdlatul Ulama (NU). Tagar #FadlizonBegalUlama pun ramai dan menjadi trending topic di medsos Twitter sampai malam hari kemarin (07/02/2019).

Lisa Fahranie menuliskan reaksinya atas puisi Fadli Zon. "Simak pendapat putra Mbh Moen atas puisi FZ tersebut," tulisnya sambil mengunggah foto Gus Yasin Maimun dengan caption foto: "Puisi ini seolah-olah menganggap Kyai Maimoen bisa disetir dan itu membuat para santri dan masyarakat marah."

Senada dengan akun NalaR#JokowiLagi yang menuliskan kepada @fadlizon. "Harusnya tidak buat puisi yang nyinyirin Mbah Moen. Karena itu sama saja menyeret Mbah Moen dalam kekisruhan politik," katanya.

Nada keras pun banyak dilontarkan oleh warganet setelah putri Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid, juga memberikan teguran kepada Fadli Zon. Bahkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menanyakan sosok yang disebut 'kau' pada puisi 'Doa yang Ditukar' karya wakil ketua DPR RI itu.

"Ngeles tidak ada gunanya, karena puisi tidak bisa jadi alasan untuk menghina ulama sepuh. @fadlizon kapan minta maaf?" masih tulis akun NalaR#JokowiLagi.

Tulisan tersebut merespons tindakan Fadli Zon yang menyampaikan dirinya mengaku selalu hormat kepada KH Maimun Zubair, Kamis (07/02). Fadli  juga mengunggah fotonya bersama Mbah Moen serta menegaskan bahwa puisi yang berjudul 'Doa yang Tertukar' tersebut bukan menyindir Mbah Moen.

Tapi, warganet yang telah marah, tidak bisa begitu saja percaya dengan cuitan Fadli Zon tersebut. Akun Kika Syafie menuliskan bahwa yang dimaksud dalam puisi Fadli sangat mudah diartikan maksud dan tujuannya.

Kika juga mengunggah puisi Fadli dengan beberapa catatan mengenai siapa yang dimaksud 'kau',  'sang bandar', dan 'kacung makelar'.

 

End of content

No more pages to load