Sebanyak 90 tersangka kasus narkoba saat sesi rilis. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Sebanyak 90 tersangka kasus narkoba saat sesi rilis. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)



MALANGTIMES - Akhir Januari hingga awal Februari 2019 menjadi ajang bagi Polres Malang untuk unjuk gigi. Selama periode 26 Januari hingga 6 Februari, seluruh anggota kepolisian yang ada di wilayah hukum Polres Malang berhasil mengungkap sederet kasus narkoba.

“Hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2019 yang berjalan selama 12 hari, kami berhasil mengungkap 81 kasus dan mengamankan 90 orang tersangka,” kata Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Kamis (7/2/2019).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 84 tersangka merupakan laki-laki. Sedangkan sisanya, yakni 6 tersangka, merupakan perempuan.

Ujung menambahkan, narkoba jenis sabu-sabu menjadi kasus yang mendominasi. Yakni dengan 50 kasus dan mengamankan 58 tersangka.

Disusul dengan pengungkapan pil Double L sebanyak 29 kasus. Ungkap perkara narkotika Double L itu melibatkan 30 orang tersangka.

Sisanya, yaitu sebanyak dua kasus, merupakan hasil ungkap perkara ganja. Dari kasus ini, polisi berhasil mengamankan dua orang tersangka.

“Dari 90 tersangka, 53 di antaranya bertindak sebagai pengedar dan kurir narkoba. Selain itu, kami juga mengamankan sebanyak 37 pelaku yang kedapatan menggunakan dan terlibat jaringan narkotika,” imbuh Ujung.

Perwira polisi dengan pangkat dua melati di bahu ini mengungkapkan, selain mengamankan puluhan tersangka, petugas juga mengamankan berbagai barang bukti. Di antaranya 106,54 gram ganja, 99,49 gram sabu, dan 70.539 butir pil Double L.

Nantinya para pengedar bakal dijerat Pasal 114 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman maksimalnya 20 tahun penjara.

Sedangkan para pelaku yang kedapatan narkoba bakal dijerat Pasal 111 dan 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancamannya maksimal 12 tahun penjara.

Terakhir, para tersangka yang terlibat jaringan peredaran pil Double L bakal dijerat Pasal 197 subsider Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Ancamannya pidana penjara maksimal 15 tahun.

“Dari hasil ungkap kasus, Malang Selatan seperti Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, dan Bantur masuk zona rawan peredaran narkoba,” tutup Ujung.

End of content

No more pages to load