Heryanto, pimred MalangTIMES, saat memberikan paparna materi di hadapan para staf Disperkim. (Anggara Sudiongko/MALANGTIMES)
Heryanto, pimred MalangTIMES, saat memberikan paparna materi di hadapan para staf Disperkim. (Anggara Sudiongko/MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Perkembangan teknologi, termasuk dunia media sosial (medsos), saat ini semakin pesat dengan segala macam fitur yang dimiliki. 

Tapi terkadang dalam perkembangannya, utamanya media sosial yang saat ini banyak digunakan berbagai kalangan termasuk pemerintah,  belum bisa maksimal penggunaannya. Entah itu untuk promosi maupun berinteraksi.

Hal itu juga terjadi di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang. 

Disperkim akhirnya mengumpulkan seluruh admin media sosial dari semua bidang dan unit pelaksana teknis (UPT) di OPD tersebut untuk mengikuti workshop untuk memperkuat pengetahun tentang cara-cara mengunakan media sosial yang efektif dan tepat sasaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Disperkim Kota Malang Diah Kusumadewi menjelaskan kegiatan ini merupakan upaya menjadikan admin-admin media sosial di masing-masing unit kerja bisa menyajikan dan menginfromasikan kegiatan menjadi lebih bagus dan elegan.

"Mereka harus menyajikan informasi kegiatan dari masing-masing bidang agar semakin menarik sesuai kaidah yang ada. Selain itu, postingan mereka juga nantinya diharapkan bisa memancing masyarakat agar berintetaksi di media sosial," jelasnya ditemui kantor Disperkim (7/2/2019).

Selain itu, admin diharapkan juga bisa menyajikan informasi kegiatan dengan sebuah info grafis yang menarik. 

Dengan begitu, informasi akan lebih mudah ditangkap oleh pengguna masyarakat khususnya pemgguna media sosial.

"Saat ini, kaum millenial lebih tertarik dengan informasi yang berbau grafis. Ada gambarnya, ada videonya. Warnanya menarik. Dan itu namanya lebih mengena daripada hanya sekadar informasi tulisan saja," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, workshop ini mendatangkan pemateri-pemateri yang sudah ahli di bidangnya. Yakni teknik kaidah jurnalistik, teknik kaidah penyampaian informasi publik, teknik penyampaian informasi pemerintahan, dan teknik pembuatan infrografis.

Sementara itu, salah satu pemateri yakni Pemimpin Redaksi MalangTIMES.com Heryanto membeberkan sejumlah trik dan tips dalam melakukan postingan agar lebih menarik minat para pengguna media sosial.

Pertama, ia membeber bagaimana  etika bermedia sosial yang baik. Dimulai dari ketika meng-update status yang hendaknya menggunakan  huruf kecil.  Sebab, jika dibuat capital, bisa dimaknai oleh psikologi pembaca bahwa pemilik akun sedang  marah.

"Nah di sini, emosional netizen yang terkenal maha-benar itu kan memang beda. Nanti bisa saja mereka salah tangkap dan mengira pemostingnya sedang marah. Selain itu, dalam postingan caption juga harus dibuat menarik dengan kata-kata yang tepat, jangan asal.

Yang kedua, gunakan simbol yang ada secara bijak. 

Hindari update dengan kata-kata atau cacian yang membuat pembacanya merasa tak nyaman. Gunakan kalimat-kalimat yang sopan.

Ketiga, jangan terlalu sering update status terkait rutinitas. 

Hal itu justru akan membuat orang merasa bosan dan terbuang waktunya.

Keempat, jangan sampai meng-upload  foto yang tidak senonoh dan tidak sedap dipandang mata.

Sebab, hal itu bisa saja malah membuat kita diblok atau mendapat hujatan dari para netizen karena melanggar undang-undang.

Kelima, update status dengan menggunakan bahasa yang enak dibaca dan dipahami semua orang. Selain itu, status  jangan terkesan menggurui.

Ketujuh, bersikap adil. Jangan membuat status dengan mengharap dapat komentar dari pengguna lainnya jika kita sendiri tak pernah aktif berkomentar pada status milik orang lain atau teman.

Kedelapan, jangan menge-share tulisan update status yang bersifat pribadi melalui theme line news feed. 

Jika memang terdapat satu permasalahan, lebih baik bisa melakukan inbox kepada yang bersangkutan.

"Terahkir, jangan membuat status yang bisa menyinggung orang lain. Sebab, bisa saja hal itu berbuah konsekuensi hukum," jelas pria asal Bondowoso ini.

Heryanto juga menyampaikan kepada para peserta yang hadir tentang bagaimana trik melakukan posting yang berpeluang mendapatkan interaksi lebih besar dari para netizen atau pengguna media sosial.

Pertama jangan posting semua hal yang sama pada semua akun media sosial. 

Gunakan juga taktik 80, 20 yakni 80 persen deskripsi dan 20 persen  menjual atau menginformasikan apa yang kita ingin sajikan.

Kemudian, untuk lebih memantapkan postingan, lakukan survei kecil-kecilan agar bisa mengetahui apa model postingan yang  menarik minat para pengguna media sosial.

"Selanjutnya postinglah separo kisah yang ingin kamu tulis di media sosial. Sisanya, atau baca selengkapnya di web resmi dinas atau web lain. Dan sesekali minta pendapat dari pengguna media sosial tentang program yang sudah atau akan dijalankan. Terakhir, postingan haris disesuaikan dengan media sosial yang ada," 

Selain itu, Heryanto juga berbicara mengenai 
jurnalistik media sosial yang saat ini tak bisa dibendung. 

Meskipun hanya dalam media sosial, tetap harus memperhatikan kaidah-kaidah jurnalistik. 

Apa yang disampaikan harus bisa dipertanggungjawabkan dan bukan informasi yang bersifat hoax.