Saling lempar isu pemakaian konsultan asing di keduabelah pihak bakal menjadi pembakar dalam debat kedua capres, besok (07/02) hari (Ist)

Saling lempar isu pemakaian konsultan asing di keduabelah pihak bakal menjadi pembakar dalam debat kedua capres, besok (07/02) hari (Ist)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Menjelang debat calon presiden (capres) putaran kedua yang jatuh hari Kamis (07/02) besok.

Suasana panas telah ditiupkan oleh kedua belah kubu. 

Terbaru mengenai adanya dugaan pemakaian konsultan asing pada kedua belah pihak.

Suasana panas terkait hal tersebut diawali dari lontaran ucapan Jokowi soal propaganda Rusia (Sabtu, 02/02, di Surabaya). 

Isu konsultan Rusia yang dipakai oleh Prabowo ini juga mencuat setelah beredar video capres nomor 02 ini bersalaman dengan seorang pejabat dari Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia sebelum acara pidato kebangsaan, 14 Januari lalu.

Sontak saja kubu Prabowo menolak mentah-mentah hal tersebut. 

Bahkan secara langsung Prabowo-Sandi menyampaikan di berbagai media, bahwa konsultan mereka adalah rakyat Indonesia.

Seperti yang disampaikan Sandiaga Uno, "Data kita berasal dari rakyat. Konsultan kami ya rakyat yang kita datangi," ujarnya.

Pernyataan tersebut dibantah oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Mereka menyatakan  dugaan soal kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggunakan konsultan asing, jejak digitalnya bisa didapatkan dengan mudah.

"Berbagai jejak digital disebut memperlihatkan kemungkinan pasangan nomor urut 02 itu menggunakan jasa konsultan asing untuk Pilpres 2019. BPN Prabowo-Sandi  tidak bisa mengelak dengan banyaknya jejak digital kehadiran konsultan asing di kubu mereka," ucap juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, Rabu (06/02/2019) seperti dilansir Detik.com.

Untuk memperkuat pernyataan tersebut, Ace memperlihatkan foto dua orang asing, perempuan dan lelaki, dalam satu ruangan bersama Prabowo-Sandiaga. 

Dalam foto itu terdapat tokoh lain seperti Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sejumlah elite dari Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

Dugaan pemakaian konsultan asing yang dituduhkan kepada pasangan 02 ini, berbalas juga. Peluru dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di luncurkan.

Andre Rosiade juru bicara BPN Prabowo-Sandi juga mengungkap dugaan adanya konsultan politik asing di kubu Jokowi-Amin. 

Dirinya menyatakan paslon 01 ini juga diduga kuat memakai konsultan politik Amerika Serikat Stanley Greenberg.

"Saya tidak sedang menuduh. Kami ingin bertanya kepada Pak Jokowi, ingin mengklarifikasi apakah itu benar," ucap Andre seperti dilansir Tempo. 

Diungkapnya dugaan pemakaian konsultan politik dari Amerika Serikat tersebut, didasarkan dari website www.political-strategist.com.

Dimana dalam website tersebut, nama Jokowi menjadi salah satu politikus yang menjadi klien Greenberg.

"Pak Jokowi menuduh pihak kami memakai konsultan asing dan kami sudah membantahnya. Pak Jokowi mengaku tak pakai konsultan asing. Kami menemukan ada data bahwa Pak Jokowi kliennya," kata Andre.

Pernyataan tersebut, kembali memancing TKN Jokowi-Amin melakukan pertahanan dirinya.

Menurut Ace, pihak Prabowo-Sandiaga kembali melakukan propaganda penyebaran hoax dengan mengaitkan Jokowi dengan konsultan politik Amerika Serikat, Stanley Greenberg. 

"Isu daur ulang. Isu hoax mengenai Greenberg pernah muncul dalam Pilpres 2014. Walau diberi tambahan permintaan klarifikasi, tapi jelas BPN menuduh Pak Jokowi memakai konsultan asing," ucapnya.

Saling lempar isu pemakaian konsultan politik asing di kedua belah kubu diibaratkan bensin sebelum keduanya berhadap-hadapan dalam debat putaran kedua, besok hari. 

Dengan topik energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup dan infrastruktur.

End of content

No more pages to load