Rohmad Julianto alias Juli tersangka beserta barang bukti penipuan sekaligus pengelapan, yang babak belur usai dihajar massa, Kecamatan Turen (Foto : Polsek Turen for MalangTIMES)
Rohmad Julianto alias Juli tersangka beserta barang bukti penipuan sekaligus pengelapan, yang babak belur usai dihajar massa, Kecamatan Turen (Foto : Polsek Turen for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Apa yang dilakukan Rohmad Julianto warga Dusun Sawahan, Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran ini, bisa dikatakan keterlaluan. Bukannya menjaga persahabatan, pemuda yang akrab disapa Juli ini, justru tega “makan” teman sendiri.

“Tersangka kami amankan lantaran melakukan tindak kriminal penipuan dan pengelapan sepeda motor milik temannya sendiri,” kata Kanit Reskrim Polsek Turen Iptu Hari Eko Utomo, Rabu (6/2/2019).

Baca Juga : Di Tengah Pandemi Covid 19, Pelaku Curnamor Makin Liar, Sehari Dua Motor Digasak

Identitas korban diketahui bernama Ahmad Bahruddib Asrori warga Jalan Pratu Subari, Kelurahan Sedayu, Kecamatan Turen.

Kronologi bermula saat keduanya bersama-sama pergi ke sebuah cafe yang bernama Asik-asik, yang berlokasi di Dusun Bokor, Desa Pagedangan, Kecamatan Turen, pada 31 Januari lalu. Mereka berkunjung ke cafe tersebut, dengan mengendarai sepeda motor Beat nopol N-2082-IT, milik korban.

Setelah sempat memesan beberapa menu, pelaku kemudian berniat meminjam sepeda motor milik korban. Lantaran keduanya selama ini berteman akrab, remaja 15 tahun tersebut tanpa pamrih meminjamkan kendaraan protolan (dimodifikasi) miliknya.

“Tersangka saat itu berdalih meminjam sepeda motor milik korban, untuk menjemput teman wanitanya yang tinggal di Desa Pojok, Kecamatan Dampit,” sambung Hari kepada MalangTIMES.

Setelah mendapat pinjaman, pelaku justru tidak kembali ke cafe semula. Merasa ada yang janggal, korban sempat menghubungi melalui handphone. Namun semenjak saat itu, nomor selular pelaku justru tidak aktif. Merasa sudah jadi korban penipuan, pelajar belasan tahun itupun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Turen.

Mendapat laporan, beberapa personel kepolisian dikerahkan untuk melakukan penelusuran. Setelah sempat menjadi buron selama hampir sepekan, pelaku akhirnya bisa diringkus polisi.

Tepatnya pada Selasa (5/2/2019) malam, Muzakki (orang tua korban) memergoki pelaku saat melintas di kawasan Jalan Raya Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran. Tanpa basa-basi, pria 43 tahun itu lantas menghampiri pelaku, sembari menanyakan keberadaan kendaraan putranya yang dia bawa kabur.

Bukannya menjawab pertanyaan, pemuda 23 tahun itu justru naik pitam dan sempat melawan orang tua korban. Sesaat kemudian, Juli memutuskan untuk melarikan diri. Mengetahui hal ini, pria yang berusia lebih dari kepala empat tersebut, meneriaki maling sembari menunjuk ke arah pelaku.

Baca Juga : Usai Bebas Ikut Asimilasi, Residivis Curanmor di Kota Malang Kembali Kambuh

Mendengar teriakan tersebut, warga sekitar bergegas mengejar pelaku. Tragedi kejar-kejaran terjadi. Beberapa saat kemudian, massa berhasil mengamankan pelaku. Tanpa dikomando, warga yang saat itu geram langsung menghujami bogem mentah ke arah tersangka. Sedangkan sebagian lainnya melaporkan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, tim gabungan dari Polres Malang serta Polsek Pagelaran dan Turen bergegas menuju ke lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, petugas mendapati pelaku sudah dalam keadaan babak belur. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bokor, namun pria yang berusia lebih dari kepala dua ini, harus menjalani masa pemulihan di balik jeruji tahanan Mapolsek Turen.

“Tersangka dijerat pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman maksimal empat tahun penjara,” imbuh mantan KBO Satreskrim Polres Malang ini.

Di hadapan penyidik, Juli mengaku jika sepeda motor milik korban, digadaikan kepada seseorang. Pihaknya mengaku terpaksa mengambil kendaraan milik temannya sendiri, karena memerlukan tambahan biaya.

“Sepeda motor itu saya gadaikan seharga Rp 500 ribu. Uangnya saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Juli saat dimintai keterangan polisi.