Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhajir Effendy (foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhajir Effendy (foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Saat ini, siswa korban bencana NTB dan Palu telah beralih belajar di kelas darurat yang dibuat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setelah sebelumnya belajar di tenda. 

Hal ini dinyatakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy belum lama ini.

"Kalau di NTB dan Palu itu sekarang kondisinya anak-anak belajar di sekolah kelas darurat yang dibikin oleh Kementerian PUPR. Mereka semula belajar di tenda, sekarang secara bertahap dialihkan ke kelas darurat," ujarnya saat ke Malang.

Nah, nantinya baru pemerintah akan membangun sekolah permanen di lokasi bekas gempa tersebut.

"Termasuk, kalau dari Kementerian PUPR belum tersedia, Kemendikbud itu membangun kelas darurat. Setelah ini, baru membangun sekolah permanen," imbuh Muhadjir.

Sementara itu, untuk siswa korban gempa dan tsunami di Lampung dan Banten, Muhadjir menyatakan tidak banyak sekolah yang rusak.

Namun, dua daerah itu juga masuk dalam anggaran rehabilitasi sekolah dari Kemendikbud tahun ini.

"Sedangkan di wilayah Lampung dan Banten, tidak banyak sekolah yang rusak. Memang, anggaran rehabilitasi tidak banyak dari Kemendikbud," tandas Muhadjir.

"Yang penting, Kemendikbud hanya memastikan anak-anak itu tidak terganggu proses belajar mengajarnya," imbuhnya.

Tugas Kemendikbud pasca gempa sendiri sebenarnya adalah trauma healing, menyiapkan tenda darurat bersama UNICEF, kemudian membangun kelas-kelas darurat oleh PUPR.

"Maka tugas kita sebetulnya bisa dibilang sudah selesai. Tinggal kita terus memantau agar proses belajar-mengajarnya tidak terganggu. Itu saja," pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load