Petugas saat melakukan razia dikawasan bundaran unmer pariwisata (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Petugas saat melakukan razia dikawasan bundaran unmer pariwisata (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Polres Malang Kota dan seluruh jajaran Polsek di lima kecematan. 

Saat ini gencar melakukan razia kendaraan Sistem Potensial Point Target (SPPT) mendukung Decade of Action for Road Safety

Razia tersebut digelar mulai 1 Februari 2019 sampai 28 Februari 2019.

Makanya, jika masyarakat tak ingin mendapat surat sayang alias surat tilang dari petugas, maka diharapkan untuk mematuhi poin-poin pada target atau sasaran utama dalam razia SPPT tersebut.

Dijelaskan Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Malang Kota, Ipda Luhur Santoso menjelaskan dalam SPPT terdapat tujuh sasara utama yang akan mendapat penindakan langsung.

Pertama adalah pengendara mobil tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt).

Pengendaran kendaraan roda dua yang tidak menggunakan helm standar.  Pengendara yang melanggar batas kecepatan. Pengendara yang terpengaruh minuman alkohol, pengendara di bawah umur, pengendara yang melawan arus serta pengendara yang menggunakan ponsel saat mengemudi.

"Para pelanggar akan langsung kami tindak. Hal ini tentunya juga merupakan upaya dalam mengurangi angka kecelakaan. Meskipun saat ini jumlahnya menurun, tetap akan kami terus tekan," ungkapnya (5/2/2019).

Lanjut Luhur, sejak dimulainya razia pada tanggal 1 Februari 2019, petugas rata-rata berhasil melakukan penindakan terhadap para pelanggar sebanyak 115 pelanggar. 

Sementara itu, untuk hasil razia hari ini (5/2/2019), petugas berhasil melakukan penindakan terhadap para pelanggar sebanyak 185 pelanggar.

"Sekali lagi kami berharap, agar masyarakat semakin meningkatkan kesadaran dalam berlalu lintas, lengkapi semua keperluan berkendara, agar juga bisa menjadi pelopor keselamatan bagi diri sendiri atau orang lain. Tingkat kerawanan kecelakaan semakin kecil, lalu lalulintas juga semakin lancar dan aman," harapnya mengakhiri.

 

End of content

No more pages to load