Kopi Tulang Produksi UPT TPU Kota Malang. (Doc MalangTIMES)

Kopi Tulang Produksi UPT TPU Kota Malang. (Doc MalangTIMES)



MALANGTIMES - Kopi Tulang produksi Unit Pelaksana Teknis Tempat Pemakaman Umum (UPT TPU)  saat ini sudah menjadi bagian khas dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang. Kopi itu  selalu hadir dalam setiap acara-acara dinas.

Peminat Kopi Tulang  saat ini juga begitu banyak. Mulai kalangan masyarakat sampai aparatur sipil negara (ASN). Bahkan kalangan pegawai Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)  ikut  mencicipi kopi tersebut saat kunjungan kerja ke Kota Malang. Pegawai KLH juga tertarik dan ikut memesan kopi tersebut.

Banyaknya peminat tersebut membuat Kepala UPT TPU Disperkim Kota Malang  Takroni  Akbar berinisiatif untuk lebih mengembangkan dan bereksperimen memperkuat cita rasa Kopi Tulang agar semakin mempunyai cita rasa yang khas.

Eksperimen tersebut dilakukan Takroni dengan melakukan mix atau perpaduan kopi robusta dengan Kopi sirsah yang merupakan kopi khas Jawa. "Perpaduan ini diharpakan bisa memperkuat cita rasa Kopi Tulang sehingga semakin menarik minat masyarakat untuk mencicipi kopi ini," ungkapnya.

Untuk perpaduan mencari cita rasa dan aroma kopi yang khas ini, UPT TPU telah menyerahkannya kepada ahli kopi yang memang mahir dalam meracik sebuah kopi dengan cita rasa benar-benar enak untuk dinikmati. "Jadi, tidak sembarangan," kata Takroni (5/2/2019).

Untuk mendukung upaya itu, tahun ini UPT TPU  juga akan mengadakan pembelian bibit kopi sirsah yang akan ditanam di TPU Sukun Nasrani sebanyak 4.000 buah.

"Harganya juga lebih mahal daripada kopi robusta. Buahnya juga lebih besar. Pohon ini tidak memandang ketingian tempat, tidak memandang cuaca dan sangat cocok untuk ditanam di makam. Apalagi pohonnya juga tinggi daripada pohon kopi lain," jelasnya.

Sebanyak 4.000 pohon tersebut nantinya tak semuamya akan ditanam di TPU Sukun Nasrani. Namun, hanya 3.000 pohon yang  ditanam di TPU Sukun Nasrani. Sisanya akan ditanam di TPU Sukun Gang 7. "Total anggarannya sekitar Rp 125 juta. Dan kami berharap, nanti semua bisa berjalan dan membuahkan hasil yang positif," ucap Takroni. 

 

End of content

No more pages to load