Pelantikan wakil rektor, dekan, dan pejabat eselon UB periode 2019-2023. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Pelantikan wakil rektor, dekan, dan pejabat eselon UB periode 2019-2023. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Universitas Brawijaya (UB) saat ini sedang mengejar predikat universitas kelas dunia. Dalam mengupayakan itu, salah satu caranya yaitu dengan peningkatan SDM (sumber saya manusia). 

Hal ini disampaikan oleh Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS. "Jadi universitas kelas dunia, kemudian menjadi perguruan tinggi yang mandiri. Itu tantangannya ke depan," ujar Nuhfil belum lama ini.

Peningkatan SDM ini dianggap penting untuk menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Dan cara yang dilakukan adalah dengan dengan menambah jumlah guru besar serta doktor. Dalam upaya ini, UB akan menyekolahkan dosen-dosen yang berpotensi.

"Kuncinya sekolah lagi. Supaya yang tidak doktor menjadi doktor, yang doktor menjadi profesor," ungkapnya.

Nah, peningkatan SDM ini hanyalah salah satu dari 12 program kerja yang dianggap penting dalan strategi tahunan UB. Program kerja yang lain adalah dengan pendidikan yang berstandar internasional, penelitian yang berorientasi internasional, dan pengabdian masyarakat. "Tapi kami  juga upayakan internasionalisasi dalam penataan kelembagaan," kata Nuhfil.

Baru-baru ini, UB juga melakukan pergantian secara masal pada jajaran pimpinan kampus. Pergantian itu dilakukan mulai dari petinggi rektorat, dekan fakultas, hingga pejabat administrator.

Petinggi rektorat yang diganti adalah wakil rektor 1, wakil rektor 2, dan wakil rektor 3. Sementara pergantian dekan fakultas di antaranya adalah dekan fakultas hukum, fakultas pertanian, fakultas peternakan, fakultas kedokteran, direktur dan wakil direktur pascasarjana, serta pejabat administrator dan pengawas UB.
 

 

End of content

No more pages to load