Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Batu, Siswanto. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Batu, Siswanto. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Pendaftaran lelang jabatan di Pemkot Batu sepi peminat. Padahal pembukaan pendaftaran dibuka pada 17 Januari 2019 lalu.

Sedangkan pendaftaran itu ditutup pada Rabu (6/2/2019) mendatang.

“Sampai hari ini belum ada yang mendaftar. Tapi kalau yang konsultasi sudah banyak,” ungkap kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Batu, Siswanto. 

Tiga jabatan yang dilelang oleh Pemkot Batu adalah Dinas Sosial Kota Batu, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Batu. 

Siswanto mengatakan sejauh ini sudah ada kurang lebih 10 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan kosultasi. 

Umumnya ASN mendaftar mendekati hari penutupan pendaftaran.

“Orang-orang yang mendaftarkan diri sukanya daftar pas hari-hari terakhir. Biasanya dua hari menjelas ditutupnya pendaftaran,” imbuhnya, Senin (4/2/2019).

Mereka yang melakukan konsultasi itu lanjut Siswanto, tidak hanya ASN dari kalangan Pemkot Batu melainkan dari daerah lain juga melakukan konsultasi.

“Karena memang kita membuat pendaftaran itu di area Jawa Timur, sehingga banyak yang konsultasi juga dari beberapa daerah di Jatim,” jelas pria yang juga pelaksana tugas Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu.

Menurutnya mereka yang ingin mendaftar itu harus memberikan persyaratan lengkap. 

Hanya saja, nantinya pendaftar untuk satu lelang jabatan itu minimal harus 4 orang.

“Untuk satu OPD yang dilelang itu minimal harus ada pendaftar. Kalau kurang dari itu ya enggak bisa kita lakukan proses selanjutnya,” ujar Siswanto. 

Setelah proses pendaftaran yang harus diikuti yakni seleksi administrasi pada 8-11 Februari.

Kemudian dilanjutkan dengan asesment atau uji kompetensi dasar dan bidang di Bandiklat Provinsi di Surabaya pada 18-20 Febuari.

“Tahapan selanjutnya dilanjutkan dengan uji ide gagasan pada 25 - 26 Februari. Tidak hanya itu saja nanti juga ada penelusuran jejak perilaku mulai 8-26 Februari sebelum hasil akhirnya diajukan ke Wali Kota Batu,” tambahnya.

Ia menambahkan kekosongan Diskominfo Kota Batu dan Dinas Sosial Kota Batu memang tergolong baru. Karena telah terjadi mutasi yang dilakukan Wali Kota Batu beberapa saat lalu.

Sedangkan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana sudah mengalami kekosongan cukup lama.

Untuk saat ini Diskominfo Kota Batu di bawah kendali Siswanto, Dinas Sosial Kota Batu oleh Bambang Kuncoro yang sebelumya dijabat oleh keduanya sebelum dilakukan mutasi. 

Sedangkan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana oleh Abu Sufyan yang merangkap Assisten Pemkot Batu. 

End of content

No more pages to load