Wali Kota Malang, Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Wali Kota Malang, Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Proyek Sanitary Landfil kerjasama antara Pemerintah Kota Malang dengan pemerintah Jerman yang sempat mandek beberapa waktu lalu itu pun kini kembali didigeber dan ditargetkan sudah beroperasi pada 2020 mendatang.

Wali Kota Malang, Sutiaji usai meninjau lokasi proyek Sanitary Landfill pada Senin (4/2/2019) menyampaikan, dalam satu hari, total sampah yang dihasilkan di Kota Malang mencapai 600 ton lebih. 

Selama ini, sampah hanya ditimbun dan dipindahkan ke tempat pembuangan akhir saja (TPA).

"Jumlah sampah setiap hari terus bertambah. Sementara dengan luas lahan TPA Supit Urang saat ini, maksimal bisa menampung hanya beberapa tahun ke depan saja. Sehingga perlu ada upaya untuk mengolah sampah itu," katanya pada wartawan.

Dia juga menjelaskan, proyek kerjasama itu sebelumnya memang sempat mandek lantaran dilatarbelakangi beberapa faktor. 

Di antaranya izin mendirikan bangunan (IMB) yang belum dikeluarkan, hingga lahan dari sebagian proyek yang masih perlu dibebaskan.

"IMB secepatnya akan diterbitkan karena dinilai sudah sesuai dengan aturan. April ditargetkan sudah selesai semua, kemudian dilakukan pembangunan dan 2020 sudah dapat beroperasi," jelas pria berkacamata itu.

Dengan menggunakan sistem sanitari landfill ini, menurutnya sampah yang menumpuk tersebut akan diolah di atas lahan seluas kurang lebih 15 hektare. 

Lahan akan dikeruk dan pada bagian bawah dilapisi geomembrane yang sifatnya kedap air.

Sehingga airnya sampah tersebut tidak masuk ke tanah, dan air sampah tersebut menuju tempat pengelolaan untuk diproses. 

Selain itu, saat dalam proses sampah tersebut ditimbun dengan tanah. 

Sampah kemudian dipilah untuk menjadi kompos, dan sebagian lagi untuk biogas.

"Dengan sistem ini, sampah yang ada bisa dikurangi hingga 35 ton sehari," jelas pria berkacamata itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Agoes Edi Poetranto menambahkan, proyek sanitari landfill tersebut saat ini sudah dalam tahap 20 persen. Sedangkan nilai proyeknya adalah Rp 200 Miliar.

"Sudah bertahap, dan hari ini kami laporkan setiap kemajuannya," tutup Agoes. 

End of content

No more pages to load