Kepala BP2D Kota Malang Ade Herawanto. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Kepala BP2D Kota Malang Ade Herawanto. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Ini peringatan bagi wajib pajak (WP) nakal di Kota Malang. Jika wajib pajak tetap bandel tidak membayar pajak, siap-siap saja dikenakan tindak pidana.

Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang Ade Herawanto menegaskan jika 2019 merupakan tahun penegakan hukum. Wajib pajak nakal  akan dipidanakan sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang ada.

Pria yang akrab disapa Sam Ade itu menjelaskan, jalur hukum dengan cara memidanakan WP nakal itu dilakukan untuk mengurangi angka kecurangan yang dilakukan. Meskipun jumlah WP nakal di Kota Malang sedikit, hal itu tetap berpengaruh kepada WP lain.

"Kalau banyak nggak. Tapi memang ada WP yang nakal. Pasti kami pidanakan dia agar WP lain tidak terpengaruh untuk turut berbuat curang dan melanggar aturan," tandas Ade.

Pria yang gemar bermusik ini lebih jauh menyampaikan, ada berbagai upaya hukum yang dapat dilakukan untuk membuat WP nakal jera. Selain melakukan pidana dengan tuntutan kurungan ataupun denda, WP dapat saja dituntut dengan cara dikurung sampai dengan yang bersangkutan sanggup membayar pajak.

"Aturannya itu ada. Jadi, WP dikurung dan ketika mau membayar pajak, bisa keluar," ungkap pria berkacamata itu.

Selama beberapa tahun terakhir, Ade mengatakan BP2D memang belum melakukan tindakan hukum. Namun lebih banyak menarik pajak dan membina WP untuk taat membayarkan kewajibannya. Namun, sejak 2019 ini, WP nakal akan langsung berhadapan dengan hukum. "Kami juga punya juru sita untuk menyita apa pun," ucap Sam Ade.

Tidak hanya itu. Dia juga menjelaskan jika pada tahun penegakan hukum ini, BP2D menggelar lomba jurnalistik. Tema utama dalam lomba itu adalah penegakan hukum bagi WP nakal dan akan dibuka saat launching program SPPT 2019 pertengahan Februari mendatang.

"Setelah buka pengumuman lomba, beberapa hari kemudian pasti ada WP yang kami laporkan secara hukum," pungkasnya. 

 

End of content

No more pages to load