Wali Kota Malang, Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Wali Kota Malang, Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Kuatkan sistem, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang lima tahun ke depan optimis naik dua kali lipat. Hal itu ditegaskan Wali Kota Malang, Sutiaji usai meresmikan pusat kebugaran Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang, Minggu (3/2/2019).

Secara bertahap, menurutnya PAD Kota Malang selama lima tahun ke dalam memang terus digenjot. Termasuk dari sektor pajak dan retribusi parkir yang dinilai memiliki potensi lumayan besar. "Pada 2023, PAD Kota Malang targetnya Rp 1,3 Triliun atau Rp 1,5 Triliun dari semua sektor," katanya pada wartawan.

Dia menjelaskan, upaya yang dilakukan untuk mencapai target itu adalah dengan memberlakukan pendataan secara mendetail. Salah satunya mendata wisatawan yang menginap di hotel dan membelanjakan uangnya di sektor restoran hingga pusat perbelanjaan.

"Jadi seperti di Badung, mereka mengumpulkan pengusaha hotel hingga restoran. Di data, berapa rata-rata tamu yang menginap dan makan di sana. Lalu dijabarkan, apakah sama dengan data milik Dinas Pariwisata," imbuh suami Widayati Sutiaji itu.

Intensifikasi pendataan tersebut menurutnya penting untuk melihat secara detail jumlah potensi yang ada. Karena saat ini, jumlah wisatawan nusantara yang tercatat mencapai lima juta lebih dalam satu tahun, dan empat ribu lebih untuk wisatawan mancanegara.

Sehingga Sutiaji pun optimis target PAD dari semua sektor mencapai angka lebih dari Rp 1 Triliun pada 2023 dapat tercapai. Pria berkacamata itu pun menegaskan jika target tesebut dibuat bukan tanpa didasari data. "Kami membuat target tidak semata-mata target saja, tapi juga berbasis data," urainya lagi.

Ketika PAD Kota Malang mengalami peningkatan, maka menurutnya Kota pendidikan ini akan menjadi daerah mandiri. Sehingga Dana Alokasi Umum (DAU) untuk APBD Kota Malang dapat dikurangi. "Proporsi PAD dalam APBD nanti diharapkan minimal 40 persen. Saat PAD besar, DAU memang secara otomatis akan berkurang. Itu bukan masalah, karena paling penting pendapatan naik, dan layanan kepada masyarakat lebih prima," pungkasnya. 

 

End of content

No more pages to load