Kanit Reskrim Polsek Kepanjen, Iptu Supriyadi, saat mengerebek sebuah warung yang digunakan tempat transaksi narkotika, Kabupaten Malang (Foto : Polsek Kepanjen for MalangTIMES)

Kanit Reskrim Polsek Kepanjen, Iptu Supriyadi, saat mengerebek sebuah warung yang digunakan tempat transaksi narkotika, Kabupaten Malang (Foto : Polsek Kepanjen for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Awal Februari ini, jajaran kepolisian Polres Malang disibukkan dengan maraknya kasus peredaran narkotika. Seperti yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Kepanjen, Sabtu (2/2/2019) dini hari.

Tidak tangung-tangung, tiga orang tersangka yang merupakan warga Dusun Ngempit, Desa Tegsari, Kecamatan Kepanjen, diringkus polisi lantaran terlibat jaringan peredaran pil double L.

Ketiga pemuda tersebut saling berbagi tugas, dalam menjalankan bisnis haram mereka. 

Dimana dua di antaranya sebagai pengedar dan satu lainnya bertindak sebagai bandar (pemasok) sekaligus penyumbang dana terbesar.

Pengedarnya adalah Ikhsanul Munir alias Sinyo (22) dan Langgeng Agung Sumantri (20). 

Selama ini keduanya memasarkan pil koplo kepada kalangan remaja dan anak-anak yang ada di wilayah Kabupaten Malang. 

Sedangkan satu orang tersangka lainnya adalah Akbar Hubaidillah. 

Pria 26 tahun ini, bertindak sebagai penyokong dana bagi kedua tersangka lainnya.

"Ketiganya kami amankan di lokasi yang berbeda. Hingga kini kami masih melakukan pengembangan. Disinyalir ada keterlibatan pelaku lain yang sementara belum tertangkap," kata Kanitreskrim Polsek Kepanjen, Iptu Supriyadi.

Supriyadi menuturkan, terungkapnya jaringan pil double L ini, bermula saat petugas memergoki dua pemuda yang sedang nge-fly di sebuah Warung yang berlokasi di Jalan Hasanudin, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Kepanjen.

Saat diintrogasi petugas, mereka mengaku jika telah mengkonsumsi pil koplo. 

Selama ini keduanya menuturkan jika mendapatkan barang haram tersebut dari tersangka atas nama Langgeng Agung Sumantri.

Berangkat dari keterangan inilah, beberapa personel kemudian dikerahkan untuk melakukan pengembangan. 

Hasilnya, anggota korps berseragam coklat ini, berhasil menangkap tersangka yang bersangkutan.

Saat dimintai keterangan, Langgeng mengaku jika pil koplo yang dia jual didapat dari Ikhsanul Munir alias Sinyo. 

Mendengar kesaksian tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan untuk kesekian kalinya. Hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka yang dimaksudkan.

Tidak berhenti disitu saja, ketika diinterogasi, Sinyo membenarkan jika pil double L yang dijual Langgeng, dipasok olehnya. 

Sedangkan Sinyo selama ini mendapat pasokan pil setan tersebut dari Akbar selaku bandar sekaligus penyokong dana.

Seolah tidak mau kecolongan, petugas kembali melanjutkan pengembangan. Ketika digerebek dirumahnya, Akbar hanya bisa pasrah saat digelandang ke Mapolsek Kepanjen. 

“Tersangka atas nama Akbar ini, mengaku jika mendapat pasokan dari seseorang yang ada di Kota Malang. Ini masih kami telusuri dan lakukan pengembangan di lapangan,” tegas Supriyadi.

Selain mengamankan ketiga pelaku, polisi juga menyita sedikitnya 885 butir pil double L. 

Dimana 17 klip dengan total 85 butir pil koplo siap edar, satu unit handphone, serta uang hasil penjualan senilai Rp 60 ribu, didapat petugas dari tangan Langgeng.

Sedangkan dari tersangka Sinyo, polisi menyita sedikitnya delapan klip serta 800 butir pil Double L, satu unit handphone, dan uang hasil penjualan sejumlah Rp 607 ribu. 

Terakhir, dari tangan sang bandar, petugas mengamankan satu buah handphone yang selama ini digunakan untuk melancarkan transaksi, serta uang hasil penjualan senilai Rp 700 ribu.

End of content

No more pages to load