Jokowi saat memberikan sosialisasi prioritas dana desa tahun 2019 di hadapan ribuan pendamping desa se-Jatim di Surabaya (Nana)
Jokowi saat memberikan sosialisasi prioritas dana desa tahun 2019 di hadapan ribuan pendamping desa se-Jatim di Surabaya (Nana)

MALANGTIMES - Presiden Joko Widodo atau lebih beken disapa Jokowi menyapa ribuan pendamping desa se-Jawa Timur (Jatim) di Surabaya dalam acara sosialisasi prioritas penggunaan dana desa tahun 2019, Sabtu (02/02/2019).

Keberadaan Jokowi dalam acara tersebut dalam rangka memberikan support dan apresiasi kepada seluruh pendamping desa yang telah bersama-sama pemerintah menyukseskan pembangunan dengan sumber anggaran pusat dengan jumlah ratusan triliun rupiah sejak digulirkan.

"Keberhasilan pembangunan di desa sangat didukung oleh para pendamping desa. Jatim, pendampingnya sangat militan," kata Jokowi yang disambut gemuruh tepuk tangan ribuan pendamping dari berbagai Kabupaten di Jatim.

Dia memberikan apresiasi tinggi kepada pendamping desa yang telah mengawal realisasi penggunaan dana desa dengan capaian 99,6 persen di tahun 2018 lalu. Selain itu, calon presiden yang berpasangan dengan Ma'aruf Amin ini juga menitipkan sesuatu kepada pendamping desa di tahun 2019.

Jokowi  yang didampingi oleh sang isteri serta Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), serta Gubernur Jatim, meminta agar pendamping bisa mengawal belanja pembangunan di desa dampingannya. "Saya titip kalau belanja material pembangunan atau lainnya beli di desa. Kalau terpaksa dan kepepet, beli di wilayah kecamatannya," ujar Jokowi yang juga menegaskan, "Kita tidak ingin uang kembali ke kota. Dana Desa kembali ke Jakarta," imbuhnya.

Pernyataan Jokowi tersebut dilandasi dengan adanya harapan besar, bahwa dana desa bisa sepenuhnya berputar di desa. Paling jauh hanya sampai di wilayah kecamatan. Sehingga akan bisa meningkatkan income masyarakat. Ujungnya adalah adanya peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat desa selain bangunan fisik yang telah terbangun.

Keinginan kuat Jokowi tersebut, dipertegas dengan pernyataannya kepada ribuan pendamping desa se-Jatim. "Ada yang tanya saya, pak harganya terpaut jauh dengan yang di luar desa. Tidak apa-apa yang penting uang berputar di desa," ujarnya yang kembali menegaskan, "Jangan sampai dana desa kembali ke Jakarta," imbuh Jokowi.

Sebagai informasi, total dana desa yang digelontorkan sejak tahun  2015 sampai 2018 telah mencapai Rp 187 triliun. Dimana setiap tahunnya mengalami peningkatan di setiap provinsi. Tahun 2019, Jokowi pun dihadapan ribuan pendamping desa menyampaikan adanya kenaikan dana desa. Yakni dengan total sekitar Rp 70 triliun di tahun ini. Sedangkan untuk Jatim mendapatkan Rp 19 triliun.

"Semua dana desa ini kita harapkan bisa berputar di desa. Tidak harus keluar apalagi sampai kembali ke Jakarta," pungkas Jokowi.