Penjual ikan laut di Pasar Besar Kota Malang tengah melayani pembeli. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Penjual ikan laut di Pasar Besar Kota Malang tengah melayani pembeli. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa pekan terakhir menyebabkan sejumlah nelayan memilih tidak melaut. Akibatnya, ikan dan hasil laut di pasar-pasar tradisional Kota Malang mengalami kenaikan harga. Rata-rata kenaikan mencapai 30 persen sementara pasokan berkurang hingga 50 persen dari hari-hari normal.

Maria Ulfa, salah satu pedagang di Pasar Besar Kota Malang mengungkapkan bahwa kenaikan tersebut terjadi sekitar satu bulan terakhir. "Semua ikan laut, cumi-cumi juga naik," ujar perempuan berusia 53 tahun itu. 

Dia menguraikan, harga ikan tengiri yang semula Rp 75 ribu per kilogram menjadi Rp 100 ribu untuk ikan tengiri potongan bersih. Sementara ikan tengiri utuh kecil, dibanderol Rp 85 ribu per kilogram. Untuk cumi-cumi, naik Rp 10 ribu dari harga semula Rp 50 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram. Sementara untuk kerang, harganya stabil di angka Rp 17 ribu per kilogram.

Untuk jenis ikan tongkol, naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Dan ikan tuna, biasanya Rp 30 ribu per kilogram dan sekarang sampai Rp 38 ribu. "Sudah sebulan ini harga naik. Kenaikan gara-gara cuaca buruk membuat banyak nelayan nggak melaut," tuturnya. 

Selain itu, Ulfa menyebut bahwa pasokan ikan laut juga turun signifikan. "Berkurang pasokan sampai separo. Biasanya tengiri dapat 30 kilogram sehari, sekarang 15 kilogram saja," ujar perempuan berkacamata itu. 

Selama ini, lanjutnya, dia mendapatkan pasokan ikan dari kawasan Probolinggo. Sementara untuk jenis tuna dan tongkol, dipasok dari nelayan Sendang Biru, Kabupaten Malang. "Kalau permintaan relatif tetap banyak, hanya saja barangnya  cepat habis. Paling banyak dicari itu tengiri, kan dibuat empek-empek atau pepes," tambahnya.  

Pedagang lain, M Fuad menyebut bahwa kenaikan itu diperkirakan masih akan berlanjut selama pekan depan. "Perkiraan sampai habis Imlek harga masih naik, karena ombak tinggi," tuturnya. Selain itu, beberapa tangkapan laut juga sulit didapat. Misalnya jenis kakap merah yang awalnya dihargai Rp 55 ribu per kilogram, naik sampai Rp 70 ribu.

Salah satu pembeli, Farida mengatakan bahwa kenaikan tersebut masih bisa ditoleransi. Namun, dia berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena ikan laut dijadikan menu lauk selain daging dan ayam potong. "Memang kondisi cuaca, kalau harganya masih wajar ya nggak masalah. Tapi jangan terlalu mahal, kan ini buat selingan ayam dan daging," ujarnya. 

End of content

No more pages to load