Petugas saat mengevakuasi jenazah penemuan mayat, Kecamatan Tirtoyudo (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)

Petugas saat mengevakuasi jenazah penemuan mayat, Kecamatan Tirtoyudo (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Penemuan mayat yang kematiannya masih misterius, kembali terjadi di Kabupaten Malang. Terbaru, Dwi Hariyadi warga Dusun Sumber Arum, Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, ditemukan membusuk, Jumat (1/2/2019).

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES, korban ditemukan tidak bernyawa di salah satu lahan perkebunan cengkeh petak 59A yang ada di Dusun/Desa Purwodadi, Kecamaan Tirtoyudo.

Adalah Arif (warga sekitar) yang kali pertama menemukan jenazah yang mati misterius tersebut. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai petani ini, semula berniat untuk mencari rumput di sekitar lokasi kejadian. Di saat bersamaan, saksi mencium aroma busuk.

Merasa curiga, pria 32 tahun itu kemudian menuju ke sumber bau. Ternyata, bau busuk tersebut berasal dari mayat Hariyadi. Kejadian ini lantas dilaporkan ke perangkat desa setempat, dan dilaporkan ke Polsek Tirtoyudo.

Mendapat laporan, beberapa personel kepolisian dikerahkan ke lokasi kejadian. “Berdasarkan analisa tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas luka penganiayaan di tubuh korban,” kata Kapolsek Tirtoyudo, AKP Suyoto kepada MalangTIMES.

Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), diduga kuat korban meninggal karena terpeleset saat memanjat pohon cengkeh yang ada di lokasi kejadian.

Senada dengan yang diutarakan oleh pihak keluarga, dimana pria 31 tahun itu semula memang pamit untuk panen cengkeh, pada 30 Januari lalu. Namun meski sempat dicari selama berhari-hari, keberadaan korban juga tak kunjung ditemukan. “Dari keterangan keluarga, selama ini korban memang mengidap keterbelakangan mental,” sambung perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.

Suyoto menambahkan, setelah mengevakuasi jasad korban langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk disemayamkan. “Pihak keluarga menolak autopsi, dan bersedia membuat surat pernyataan,” pungkasnya.

End of content

No more pages to load