Para ASN saat membersihkan sampah di Pasar Besar Kota Batu, Jumat (1/2/2019). (Istimewa)

Para ASN saat membersihkan sampah di Pasar Besar Kota Batu, Jumat (1/2/2019). (Istimewa)



MALANGTIMES - Pasar Besar, alun-alun, dan Balai Kota  Among Tani menjadi sasaran para aparatur sipil negara (ASN) Kota Batu untuk kerja bakti masal. Kegiatan itu dilakukan untuk mencegah dan mengantisipasi kasus demam berdarah dengue (DBD), Jumat (1/2/2019).

Totalnya kurang lebih ada 3 ribu ASN yang dikerahkan dalam kerja bakti massal tersebut. Tentunya mereka dibagi untuk membersihkan tiga tempat umum yang sering jadi jujugan masyarakat dan wisatawan dari berbagai daerah itu. 

Wakil Wali Kota Batu Dewanti, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tak ketinggalan ikut membersihkan. Dewanti dan Punjul membersihkan Balai Kota Among Tani dengan mencabuti rumput dan menyapu di seklilingnya. 

Di Pasar Besar, para ASN menyemprot setiap sudut selokan yang berpotensi jadi sarang berkembangbiaknya nyamuk. Mereka juga membersihkan setiap sudut area pasar yang banyak sampah dan rentan jadi sarang nyamuk. 

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, tahun ini merupakan  puncak DBD. Meskipun di Kota Batu masih belum ada korban, pihaknya bersama ASN lainnya ikut mencegah agar tidak ada yang terjangkit DBD.

“Kami bersama-sama menjaga dan ikut mencegah risiko DBD. Terlebih di daerah yang sering didatangi oleh masyarakat umum dan wisatawan. Di situ kami gerakkan ASN,” ungkap Dewanti. 
 

Menurut dia,  dari data Dinas Kesehatan, sejak tahun 2016-2018, angka penderita DBD di Kota Batu terus menurun. Meskipum demikian, warga Kota Batu diminta untuk tetap waspada. 

“Terlebih cuaca musim hujan saat ini cukup ekstrem dan perubahan siklus perkembangbiakan nyamuk. Jadi, sebisa mungkin untuk menjaga lingkungan,” imbuhnya. 

Selain waspada, lanjut Dewanti, jika mengetahui sanak saudara mengalami demam agar tanggap untuk segera memeriksakan di puskesmas atau rumah sakit terdekat. Hal lainnya untuk mengingatkan masyarakat, pihaknya melalui Dinas Kesehatan Kota Batu juga terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.

Dinkes juga memberikan edukasi program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan melaksanakan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik). “Untuk saat ini kami juga memiliki kader jumantik di 24 desa/kelurahan. Tugasnya memeriksa kurang lebih 100 rumah setiap bulannya,” tambah Dewanti

Hal ini juga kerap dilakukan untuk mencapai target tahun 2020 Kota Batu bebas dari sampah. 

End of content

No more pages to load