Infografis besaran inflasi di 8 daerah di Jawa Timur pada Januari 2019. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

Infografis besaran inflasi di 8 daerah di Jawa Timur pada Januari 2019. (Foto: Dokumen MalangTIMES)



MALANGTIMES - Kota Malang kembali mengalami inflasi di awal 2019 ini. Bahkan pada Januari, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kenaikan harga di Malang menjadi yang tertinggi di Jawa Timur (Jatim). Angka inflasi yang mencapai 0,53 persen, dipicu oleh tingginya tiket pesawat atau angkutan udara. 

Selain tertinggi dari 8 kota di Jawa Timur, inflasi Kota Malang juga melebihi inflasi di Jawa Timur yang sebesar 0,34 persen dan inflasi nasional sebesar 0,32 persen. "Lima tahun belakangan, inflasi Januari di Kota Malang memang tinggi. Paling tinggi pada Januari 2017, sebesar 1,45 persen," urai Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kota Malang Dwi Handayani Prasetyowati. 

Sebagai informasi, posisi kedua tertinggi inflasi di Jatim ditempati Banyuwangi sebesar 0,39 persen diikuti oleh Madiun dan Surabaya yang masing-masing di angka 0,33 persen. Sementara yang terendah, yakni Probolinggo di angka 0,12 persen, serta Jember dan Kediri yang masing-masing sebesar 0,15 persen. 

Dwi mengatakan,ada beberapa faktor pemicu terjadinya inflasi di bulan Januari ini. "Karena ada kenaikan harga tiket pesawat, kenaikan (harga) daging ayam ras, dan beras," ujarnya hari ini (1/2/2019) di sela rilis bulanan di BPS Kota Malang.

Dia merinci, angkutan udara mengalami kenaikan harga sebesar 12,34 persen dengan andil inflasi 0,2831 persen. Selanjutnya, harga daging ayam ras naik 4,15 persen dengan andil 0,0576 persen. Kemudian harga beras naik 1,29 persen dengan andil 0,0455 persen. "Beras penimbang cukup besar. (harga) naik sedikit, bisa dongkrak inflasi," terangnya. 

Selain tiga komoditas utama tersebut, cabai rawit, bimbingan belajar (bimbel), wortel, bawang merah, rokok kretek, dan emas juga menyumbang inflasi Januari ini. Dia menjelaskan, tomat dan cabai menjadi penyumbang inflasi karena pasokannya terbatas. "Karena hujan, jadi pasokannya sedikit," imbuhnya. 

Meskipun begitu, Dwi memprediksi bila inflasi Februari mendatang bisa turun dibandingkan Januari. "Lihat tren biasanya lebih rendah daripada Januari. Kalau tahun lalu, dikarenakan (harga) beras turun," terangnya. 

Tahun politik pun tidak terlalu mempengaruhi inflasi, asalkan harganya bisa stabil. "Tahun politik, sepanjang harga bisa terkendali tidak pengaruh," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load