Rest-Area Talangagung Terkesan Dibiarkan, Adipura Dipertanyakan

Feb 01, 2019 13:20
Rest area Talangagung, Kepanjen, yang menjelma kios dan warung yang tidak tertata dan tersentuh pemerintah daerah. (Nana)
Rest area Talangagung, Kepanjen, yang menjelma kios dan warung yang tidak tertata dan tersentuh pemerintah daerah. (Nana)

MALANGTIMES - Cobalah pelankan kendaraan saat Anda melewati Jalan Raya Talangagung, Kepanjen. Terutama di area setelah pom bensin sampai di perempatan Talangagung bila dari arah Blitar-Sumberpucung-Kromengan. Atau saat Anda melewati dari arah Kota Kepanjen menuju wilayah Kromengan-Sumberpucung-Blitar, tepatnya setelah perempatan Talangagung sampai menuju pom bensin.

Anda akan disuguhi pemandangan tidak nyaman dengan berbagai bangunan di pinggir jalan raya tersebut. Bangunan yang difungsikan sebagai warung dan toko dengan bentuk sederhana berbahan kayu maupun bambu.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Bangunan-bangunan tersebut terkesan dibiarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Dibiarkan untuk dibangun sesuai kemampuan para pedagang di sana sampai pada proses desain bangunan itu sendiri. Terlihat  unsur Pemkab Malang tidak ada di sepanjang jalan Talangagung itu untuk menata bangunan, fungsi jalur tersebut, sampai pada kebersihan dan keasriannya.

Hal tersebut bertolak belakang dengan dirayakannya anugerah Adipura 2018 yang baru dilehat di beberapa waktu lalu.  "Kesannya semrawut dan tidak asri. Terus terlihat kotor juga, Mas. Padahal ini pinggir jalan besar dan adanya di ibu kota kabupaten. Tapi kok pemerintah terlihat diam saja," kata salah satu pengendara yang berhenti di area tersebut, Budi Mujamil warga Simberpucung, Jumat (01/02/2019).

Budi tidak mempersoalkan warga yang mencari nafkah di lokasi yang sebenarnya merupakan sempadan sungai serta difungsikan sebagai rest-area tersebut. Dirinya hanya menyayangkan kondisi tidak adanya penataan warung maupun toko yang berderet seoanjang Jalan Raya Talangagung tersebut.

"Coba kalau pemerintah turun tangan menatanya, pasti semakin menarik. Lebih tertata dan akan semakin banyak orang yang datang. Baik untuk istirahat maupun makan atau minum," lanjutnya.

Dari penelusuran MalangTIMES, kondisi rest area Talangagung memang terkesan kumuh. Warung atau toko dibangun tanpa adanya konsep yang sama sehingga satu dengan lainnya menjadi berbeda-beda. Kebanyakan pedagang mempergunakan kayu dan bambu untuk warungnya. Sebagian lainnya sudah tembok. Bahkan ada satu lokasi yang masih dalam pengerjaan.

Kondisi tersebut tentunya membuat masyarakat bertanya mengenai perolehan Piala Adipura tahun 2018. "Ini di pinggir jalan raya lho. Tapi apa mungkin kalau seperti ini tidak dinilai ya?" tanya Iskandar, warga Talangagung, Kepanjen.

Warga lainnya juga mempertanyakan hal tersebut. Walau tentunya mereka bangga dengan perolehan Adipura untuk Kepanjen. "Jangan hanya seremoni tahunan.  Kayak ini (rest area) seharusnya pemerintah turun. Ditata bagus dan semua pedagang diberi sosialisasi juga. Katanya galakkan pariwisata, ini juga bisa jadi wisata kalau bagus pengelolaannya," lanjut Iskandar.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Dalam kesempatan lain, Camat Kepanjen Abai Saleh saat dikonfirmasi persoalan di wilayahnya tersebut menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan di area itu. "Itu ranah pertamanan, Mas. Kami tidak punya kewenangan ke situ," kata Abai  kepada MalangTIMES.

Pertamanan yang dimaksud Abai merujuk pada UPT Pertamanan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang.  Pihak DPKPCK Kabupaten Malang pun membenarkan pernyataan camat Kepanjen. Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengatakan, area pertamanan memang ranah pihaknya. 

"Tapi kita hanya ranah tamannya saja. Tidak yang lain-lainnya. Missal masalah sampah dan lainnya, itu bukan ranah kita," tegas Wahyu.

 

Topik
MalangBerita MalangRest Area TalangagungAdipuraPemerintah Kabupaten Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru