Polres Tulungagung merilis pengungkapan prostitusi yang dilakukan mucikari Mami Eko. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Polres Tulungagung merilis pengungkapan prostitusi yang dilakukan mucikari Mami Eko. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES



MALANGTIMES - Wanita bertarif Rp 2 juta yang digerebek di sebuah hotel di Tulungagung dipulangkan oleh polisi. Wanita 24 tahun berinisial FSR itu dianggap  hanya menjadi objek untuk mendapatkan keuntungan oleh mucikari Mami Eko.

Namun, meski FSR hanya korban dan berstatus saksi, polisi telah meminta keterangan dan barang bukti dari wanita tersebut. Barang bukti yang ditinggal di penyidik UPPA Polres Tulungagung di antaranya celana dalam warna cokelat,  BH warna hitam, uang dua juta rupiah, serta empat unit handphone.

"Sejumlah barang bukti yang terkait dengan dugaan tindakan perbuatan tersangka  kami amankan," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar. Barang bukti yang diamankan untuk menjerat tersangka Eko Tri Cahyono alias Mami Eko (30), warga Dusun Sawahan RT 004 RW 001 Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman.

Tofik Sukendar mengungkapkan Eko ditangkap pada Selasa (29/01) lalu sekitar pukul 23.30 WIB di salah satu hotel di Tulungagung. Saat ditangkap, seorang PSK bernama FSR sedang melayani pemesannya yang bernama RDT (38), warga Desa Gesikan, Kecamatan Pakel. Mereka melakuan perbuatan cabul di kamar 121.

"Kami langsung menuju kamar 121. Ternyata ada dua orang yang patut diduga melakukan pencabulan," ungkap Tofik.

Di kamar tersebut, FSR dan RDT  telah melakukan cabul. Saat diinterogasi, ternyata RDT membayar kepada Mami Eko sebesar Rp 2 juta untuk dapat berduaan dengan FSR. 

"Kami amankan mami yang menjadi mucikari dan sejumlah barang buktinya. Meski transaksi melalui media sosial,  ini bukan jenis prostitusi online. Mereka hanya terhubung lewat pesan WA dan bertemu," jelas Tofik.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka Mami Eko dijerat menggunakan Pasal 296 Junto Pasal 506 KUHP. Mami Eko terancam hukuman penjara maksimal 1 tahun 4 bulan. "Meski ancaman hukuman di bawah 5 tahun, tersangka ini tetap bisa kami lakukan penahanan," pungkas kapolres.

 

 

End of content

No more pages to load