Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko dan Kepala Barenlitbang, Erik Setyo Santoso ditemui dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2020 (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko dan Kepala Barenlitbang, Erik Setyo Santoso ditemui dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2020 (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES -  Wali Kota Malang, Sutiaji, lewat Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko, dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Malang tahun 2020 (31/1/2019), kembali menekankan tentang satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD), satu inovasi.

Inovasi ini penting, sebab, dengan sebuah inovasi, terdapat spirit pembaharuan spirit pembangunan, kecepatan, kemudahan, yang hal itu akan membuat pembangunan di Kota Malang akan semakin lebih baik lagi.

"Ini artinya, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) juga bisa berinovasi. Dan pada saatnya nanti akan menjadi inovasi OPD yang ada di Kota Malang, di berbagai bidang. Apakah di bidang kemiskinan, kepemudaan, pemberdayan perempuan, maupun pelayanan. Yang jelas itu akan berdampak positif dalam pembangunan," ungkapnya usai memberikan sambutan pembukaan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Malang tahun 2020 (31/1/2019).

"Namun yang penting saya ingin setiap ASN bisa usulkan inovasi. ASN Kota Malang kan jempolnya tak hanya dua, namun empat jempol sama jempol kaki. Karenanya harus diberikan ruang untuk berinovasi dalam pembangunan Kota Malang yang lebih baik. Kalau itu terkompetisikan di masing-masing OPD, saya yakin inovasi OPD adalah inovasi terbaik yang diindikasikan ASN-ASN," tambahnya. 

Dijelaskan lebih lanjut oleh Bung Edi, sapaan akrab dari Wakil Wali Kota Malang ini, jika dalam hal ini, maksud dari inovasi tersebut, tidaklah selalu berhubungan dengan suatu hal yang berbau teknologi digitalisasi. Meskipun bisa saja berhubungan dengan hal tersebut, namun pada realisasinya tidak harus selalu berhubungan dengan teknologi.

Kepala Barenlitbang, Erik Setyo Santoso, ketika diwawancarai usai agenda Forum Konsultasi Publik

"Inovasi tak harus bersentuhan dengan teknologi. Tapi merubah budaya juga merupakan inovasi, budaya lebih mendasar dan lebih hakiki karena kita bermartabat. Itu penting. Beberapa waktu lalu, saya ada kegiatan di Surabaya terkait award, Papua dapat penghargaan mengurangi kebiasaan minum minuman beralkohol (Minol). Nah itu inovasi. Inovasi yang dilakukan tak harus dituangkan dalam kegiatan namun juga perubahan budaya," terangnya.

Terkait satu OPD satu inovasi, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Barenlitbang) Kota Malang, Erik Setyo Santoso menjelaskan hal yang senada dengan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko. Pihaknya tidak ingin selamanya setiap tahun pergerakan pemerintahan itu hanya berbasis business us usual.

"Artinya begini, biasanya ngene ae lo wes melakukan (biasanya begini saja sudah jalan) nggak gitu. Kita harus cari terobosan-terobosan misalnya layanan perizinan biasanya kalau mengurus perizinan harus kemeja satu, kemudian meja dua, kemudian ke meja tiga. Tapi kemudian dibuat ke meja satu saja sudah bisa. Ngapain harus ke meja tiga. hal-hal yang sifatnya seperti itu inovasi," terangnya.

Jadi tidak harus namanya inovasi ini menggunakan aplikasi program yang berbau teknologi. Seperti misalnya juga Rightsizing atau perampingan OPD. Dengan inovasi ini harapannya layanan pemerintah juga bisa semakin maksimal dan lebih memudahkan. Dimana pemerintah bisa melakukan pelayanan secara cepat, tepat dan akurat.

Kemudian untuk mempush agar seluruh OPD bisa melakukan inovasi, Pemkot juga mendorongnya dengan menggunakan sebuah kompetisi yang akan ada award bagi OPD dengan inovasi terbaik.