Enam dari kiri (duduk) Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi setelah acara lomba yel-yel dalam menumbuhkan jiwa korsa di jajarannya (Nana)
Enam dari kiri (duduk) Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi setelah acara lomba yel-yel dalam menumbuhkan jiwa korsa di jajarannya (Nana)

MALANGTIMES - Jiwa korsa bagi sebuah organisasi apapun, terutama pemerintahan, menjadi pilar dasar berjalannya berbagai tugas yang diemban. Melalui jiwa korsa yang tumbuh kuat, maka kekompakan, kedisiplinan, kesetiakawanan dalam konteks kemanusiaan dan organisasi yang ditempati, akan terwujud. 

Eksesnya adalah tercapai target yang diemban serta tumbuhnya kesatuan yang kuat antara satu dan lainnya dalam organisasi tersebut.
Walau secara khusus pengertian korsa sendiri lebih melekat pada TNI. Seperti ikhwal akronim korsa yang berasal dari Komando Satu Rasa.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

 Tapi, saat ini frasa korsa pun telah menjadi bagian di berbagai organisasi. Secara umum, korsa diartikan sebagai kesamaan tujuan, rencana, sikap, kepedulian, perasaan dan tindakan kesetiakawanan yang terorganisasi secara sadar dan tidak, dalam balutan kesatuan. 

Untuk menumbuhkan jiwa korsa tersebut, banyak cara dilakukan. Seperti yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang. Dinas yang dikomandani oleh Hafi Lutfi ini memakai cara unik untuk menumbuhkan jiwa korsa di jajarannya. Yakni dengan mengadakan lomba yel-yel bagi seluruh jajarannya di Dishub Kabupaten Malang.

"Dari Segala Penjuru Dishub Tetap Bersatu..... Dari Macam Bidang Ilmu Dishub Selalu Bertemu...hoa hiyo...(hoa hiyo)... hoa hiyo (hoa hiyo)". Begitulah cuplikan bait yel-yel yang dinyanyikan dengan gerak rancak para punggawa Dishub Kabupaten Malang, dalam lomba yel-yel, beberapa waktu lalu.

Cara unik untuk menumbuhkan jiwa korsa di Dishub Kabupaten Malang yang masih dipandang masyarakat hanya mengurusi persoalan parkir saja, menurut Hafi Lutfi sebagai bagian dalam menyatukan visi dan misi Dishub dalam jajarannya.

"Ini salah satu cara kita agar seluruh petugas memiliki satu visi dan misi. Selain sebagai ruang silaturahmi yang bisa membuat seluruh jajaran kompak, solid dan tentunya berdisiplin tinggi dalam menjalankan tugasnya," kata Hafi Lutfi kepada MalangTIMES, Kamis (31/01/2019).

Cara unik menumbuhkan jiwa korsa di jajaran Dishub Kabupaten Malang yang memiliki petugas administrasi sekitar 100 orang ini juga sebagai ruang relaksasi yang membuat interaksi para petugas menjadi cair. Serta semakin menguatkan kekompakan satu sama lainnya.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Hal ini terlihat dari aksi para petugas UPT Dishub Kabupaten Malang yang dengan kompak dan semangat mengikuti lomba yel-yel tersebut. Setiap peserta dari UPT Dishub tercatat menghabiskan waktu sekitar 4-5 menit saat berlaga. Dengan setiap peserta berjumlah antara 14-15 petugas dengan satu pemandunya. Mereka memperlihatkan aksi kekompakan, keindahan dan keserasian antara gerak dan nyanyian yang dinilai oleh panitia.

Dalam lomba unik menumbuhkan jiwa korsa tersebut, pemenang yel-yel adalah UPT Dampit sebagai juara I. Diikuti oleh UPT Gondanglegi dan UPT Turen.

"Melalui lomba yel-yel sederhana ini kita merasakan kekompakan terwujud di seluruh jajaran Dishub. Ini menjadi penting dalam menyukseskan setiap program yang diemban setiap petugas. Apalagi setiap tahun tentunya kita dituntut untuk terus lebih baik melayani masyarakat," urai Hafi Lutfi.

Lantas bagaimana aksi UPT Dampit sebagai pemenang yel-yel dalam lomba tersebut. MalangTIMES menyuguhkannya untuk Anda semua.