Warga saat mengevakuasi korban kecelakaan, Kecamatan Bululawang (Foto : Facebook)

Warga saat mengevakuasi korban kecelakaan, Kecamatan Bululawang (Foto : Facebook)



MALANGTIMES - Jika akses jalan yang sempit, sebaiknya pertimbangkan baik-baik sebelum memarkir kendaraan. Jika tidak, bisa saja memicu kecelakaan.

Seperti insiden kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang, Selasa (29/1/2019) petang. 

Dalam pristiwa tersebut, memakan korban dua orang. 

Dimana seorang penendara, meninggal dunia lantaran mengalami luka serius dibagian kepala.

Sedangkan yang dibonceng, saat ini masih kritis karena mengalami luka benturan dibagian kepala.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES, kronologi bermula saat seorang pengendara sepeda motor Beat Nopol N-4115-EEM, yang bernama Helen Samudra warga Desa Gading, Kecamatan Bululawang, membonceng seorang temannya yang bernama Ririn Rofiko, warga Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang.

Semula korban melintas dari arah selatan dengan kecepatan sedang. Saat itu Helen melaju beriringan dengan mobil box nopol AG-8455-KZ, yang dikemudikan Abdul Hamid, warga Jalan Suropati, Kecamatan Bululawang.

Setibanya di lokasi kejadian, di bahu jalan sebelah kiri jalan terparkir truk nopol N-9413-UE milik Jumari, warga Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi. Saat itu pria yang berusia 55 tahun itu, memarkir kendaraannya menghadap utara.

“Mungkin karena kurang berhati-hati, pengemudi mobil box kurang berhaluan ke sebalah kanan. Akibatnya kendaraan tersebut seketika menghantam truk,” kata Kanitlaka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto, Rabu (30/1/2019).

Akibatnya, mobil box yang dikendarai pria 33 tahun tersebut, berhenti secara mendadak.

Disaat bersamaan, pengendara Beat yang ada dibelakangnya, juga menghantam mobil box.

Kerasnya benturan membuat kedua korban terpental, dan menyebabkan kepala mereka terbentur ke aspal, dan mengakibatkan pendarahan.

Warga yang mengetahui insiden ini, seketika berupaya untuk menyelamatkan kedua korban, yang saat itu langsung tidak sadarkan diri.

Sedangkan sebagian melaporkan pristiwa ini ke polisi.

Mendapatkan laporan, beberapa personel dikerahkan ke lokasi kejadian. 

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa perempuan 22 tahun itu tidak terselamatkan. 

“Pengendara atas nama Helen meninggal saat diperjalanan menuju rumah sakit,” sambung Agus kepada MalangTIMES.

Sedangkan Ririn, hingga saat ini masih dalam kondisi kritis. 

Perempuan 21 tahun itu, sempat dirawat ke rumah sakit Mitra Delima yang ada di Kecamatan Bululawang. 

Namun karena kondisinya semakin memburuk, korban akhirnya dirujuk ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang. 

“Semua kendaraan yang terlibat kecelakaan maut ini, sudah kami amankan sebagai barang bukti. Selain melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kami juga masih melakukan pendalaman termasuk meminta keterangan dari beberapa saksi di lokasi kejadian,” ujar mantan Kanitreskrim Polsek Dau ini.

Sementara itu, kecelakaan maut ini juga sempat diunggah oleh salah satu pengguna media sosial.

Dalam unggahannya di salah satu grub facebook, akun bernama Della Agustin sempat menulis caption dan memposting sebuah foto.

“Kronologi kurang jelas jarene warga sekitar mobil box menghindari truk mengangkut kayu yang berhenti dipinggir jalan.ada 2 korban yang meninggal ditkp semoga amal ibadah ditrima dan di ampuni segala dosa dosanya korban langsung dibawa ke RS. Sukonolo/lumbangsari bululawang,” tulis Della.

Hingga saat ini, postingan tersebut masih viral. Selain menuai tanggapan sekitar 2,8 dari para warganet. 

Postingan ini juga mendapatkan 620 komentar, dan sempat dibagikan sebanyak 26 kali.

End of content

No more pages to load