Rayakan Imlek, Klenteng Kwan Im Tong Kota Batu Siapkan Menu Vegetarian untuk Wisatawan

Jan 30, 2019 18:56
Salah satu umat tionghoa sedang sembahyang di Klenteng Kwan Im Tong di Jalan Gajahmada, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu umat tionghoa sedang sembahyang di Klenteng Kwan Im Tong di Jalan Gajahmada, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Perayaan Imlek  yang bakal berlangsung 5 Februari 2019 mendatang mulai dipersiapkan Klenteng Kwan Im Tong Kota Batu, di jalan Gajahmada, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu secara matang. 

Rencananya, pada perayaan itu bakal menyuguhkan menu vegetarian dan terbuka bagi wisatawan.

Baca Juga : Nongkrong Suasana Asri, Sejuk, dan Tenang Tak Jauh dari Pusat Kota Malang

Hal ini dilakukan mengingat Kota Batu merupakan tempat wisata dan jujukan wisatawan dari berbagai daerah. 

Untuk keperluan itu Klenteng siap menyambut wisatawan untuk beribadah hingga merayakan bersama di sana.

“Dan kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi wisatawan yang penasaran dengan klenteng kami,” ungkap Ketua Klenteng Kwan Im Tong Kota Batu, Handy Wijaya.

Selain itu Klenteng ini sudah terlihat persiapannya untuk menyambut warga keturunan Tionghoa dibuktikan dengan kesiapan lilin-lilin, dupa, dan persiapan lain. 

“Untuk melakukan pembersihan altar dan mencuci kimsin (patung) sudah kami lakukan sebelumnya. Segala kesiapan untuk sembahyang sudah kami lakukan,” imbuhnya, Rabu (30/1/2019). 

Ia menambahkan pada puncak perayaan Imlek yang jatuh pada tanggal 15 bulan 1 kalender China atau Cap Go Meh di Klenteng Kwan Im Tong, menyiapkan menu-menu vegetarian. 

Bagi wisatawan yang ingin mencicipi kuliner ini bisa datang ke sana. 

Baca Juga : Punya Rasa Manis, Pahit dan Legit, Ciri Khas Durian Kunir dan Bajol Desa Jombok

“Perayaan puncaknya kami siapkan menu-menu vegatiran khas dari kami. Tentunya juga terbuka bagi wisatawan,” jelas Handy.

Menurutnya perayaan Imlek di klenteng itu juga akan dihadiri oleh komunitas lintas agar.

Tentunya hal ini dilakukan untuk mempererat tali persaudaraan. 

“Ini merupakan kegiatan untuk memperkuat tali persuadaraan. Meskipun berbeda agama tapi kami saling menghormati,” ucapnya saat ditemui di Klenteng, Rabu (30/1/2019). 

Rencananya, para komunitas yang akan datang itu yakni komunitas Gusdurian, Tokoh Lintas Agama, Forum Pembauran Kebangsaan, hingga Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) Kota Batu.

Topik
Berita Batudewan etik Ikatan Arsitek IndonesiaPembangunan gedung Publik Wajib Pakai Jasa Arsitek

Berita Lainnya

Berita

Terbaru