MALANGTIMES - Mobil pengangkut sampah identik dengan kesan kotor dan bau. Namun di Kota Malang, truk-truk yang identik dengan warna hijau itu mendapat keistimewaan. Yakni terpantau menggunakan sistem elektronik E-Mas atau Electronic Maintenance Warning System. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui UPT Perbengkelan Dinas Lingkungan Hidup mengembangkan aplikasi itu untuk memastikan kinerja mobil sampah tetap maksimal. Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan, E-Mas merupakan sistem berbasis teknologi informasi untuk melakukan penjadwalan perawatan rutin pada kendaraan atau peralatan. 

Menurutnya, masalah penanganan sampah menjadi salah satu masalah penting untuk ditangani di kota berkembang seperti Kota Malang. Untuk itu, dibutuhkan operasional yang optimal agar seluruh sampah bisa terkelola dengan maksimal. "Sistem ini juga untuk melakukan pemantauan kelayakan operasional secara rutin setiap hari," ujar Sutiaji.

Selain itu, sistem yang dirancang juga bertujuan sebagai antisipasi dini terhadap kerusakan mobil pengangkut sampah. "Sehingga, kendaraan atau peralatan terhindar dari kerusakan mendadak saat beroperasi," jelas Pak Aji, sapaan akrabnya.

Nantinya, E-Mas akan dilengkapi dengan berbagai perangkat lain, yang akan dilengkapi dengan sistem seperti GPS, hourmeter dan timbangan digital. Sehingga, bisa berfungsi untuk memantau efisiensi pengaturan rute dan penggunaan bahan bakar. "Kemudian, bisa dilakukan untuk efisiensi kegiatan pengolahan sampah di TPS serta mengevaluasi kebutuhan operasional alat berat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)," kata dia.

Sutiaji berpesan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya untuk termotivasi membuat inovasi. "Kami akan tetapkan One OPD, One Inovation. Harapannya bisa menjadi pemicu kerja. Inovasi itu merupakan pembaharuan yang harus dilakukan," papar dia.

Dengan menciptakan inovasi berbasis teknologi, diharapkan bisa mengejar target untuk melakukan kinerja. "Program kerja yang harusnya lima tahun, bisa selesai empat tahun. Ini merupakan efisiensi waktu. Tentunya segala inovasi yang dilakukan akan terus dievaluasi. Bagaimana bisa mencapai satu tujuan bersama," kata dia.

Sehingga, dengan adanya berbagai inovasi tersebut, segala sistem bisa terkoneksi secara digital. Sehingga, pada 2023 mendatang, ketika sudah ada pemimpin baru, segala kinerja bisa dilanjutkan. "Jadi bisa membangun sustainable program," pungkasnya.