Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemy Francis menjelaskan, Komisi V DPR RI di Balai Kota Among Tani, Rabu (30/1/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemy Francis menjelaskan, Komisi V DPR RI di Balai Kota Among Tani, Rabu (30/1/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pemkot Batu sedang ngebut untuk mengurai permasalah kemacetan di Kota Batu. Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko meminta jembatan penghubungan dalam kunjungan Komisi V DPR RI di Balai Kota Among Tani, Rabu (30/1/2019).

Dewanti Rumpoko mengungkapkan sebelumnya sudah mengajukan kepada pemerintahan provinsi  untuk pelebaran jalan yang ada di Kota Batu. Juga  pembangunan jembatan penghubung untuk pengurai kemacetan.

“Kami sudah sambat (mengelu) jalan kami yang cuma satu ini, tidak ada jalan nasional di Kota Batu yang ada jalan provinsi,” ujar Dewanti.

Ia menambahkan ternyata solusi dalam masalah kemacetan itu salah satunya adalah jika jalan menuju tempat wisata bisa di cover sebagai jalan nasional.

“Ya nanti akan dibahas lagi. Semoga permasalahan kemacetan menuju jalan wisata ini segera bisa terpecahkan dan terealisasikan,” harapnya.

Sementara itu Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemy Francis menjelaskan, Komisi V DPR RI melakukan kunjungan ke Kota Batu mendengarkan yang berkaitan dengan kebutuhan yang menyangkut pengembangan program wisata di Kota Batu. Kemudian pihaknya meminta laporan kepada kepala balai jalan jatim kementrian PUPR bahwa Kota Batu, ternyata tidak memiliki jalan nasional.

“Ternyata untuk jalan nasional di Kota Batu itu tidak termasuk di dalamnya. Tp saya kira secara nasional penanganan program-program jalan tidak hanya jalan nasional, juga berkaitan dengan jalan2 strategis itu jalan menuju kota, daerah wisata, menuju perbatasan,” ujar Fary.

Terlebih, pertumbuhan di Kota Batu begitu pesat. Untuk itu pihaknya akan memikirkan pembangunan infrastruktur. “Wali Kota Batu memang sudah pernah bertemu dengan Pak menteri untuk menyampaikan kebutuhan infrastruktur tapi sampai sekarang belum ada follow up atau dilakukan pengkajian, utk itu kami akan mendorong juga informasi ini,” jelasnya.

“Dan kami berkomitmen untuk bersama-sama masyarakat Kota Batu supaya kemacetan yang selama ini terjadi dari Kota Malang menuju Kota Batu itu bisa teratasi,” tutupnya.

Selain itu dalam kunjungan itu ada 3 hal yang dibahas selain pembangunan infrastruktur, pihaknya juga melakukan monitoring beberapa program pemanfaatan dana desa di Balai Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. Kemudian mengunjungi Institu Injil Indonesia di Jalan Trunojoyo,  Kecamatan Batu. 

Mereka datang untuk perencanaan rusunawa di sana yang akan segera dibangun pada tahun 2019 ini. “kebutuhan-kebutuhan untuk pembangunan rusunawa di Kota Batu kita minta silahkan diajukan kajian dan datanya sehingga juga bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.

End of content

No more pages to load