foto ilustrasi

foto ilustrasi



MALANGTIMES - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu mencatat sudah ada 9 orang atau residen yang direhabilitasi di awal bulan tahun 2019 ini. Untuk itu, dilakukan pendekatan kepada masyarakat khususnya bagi pengguna agar bisa terrehabilitasi.

Tercatat pada tahun 2017 ada 54 residen, dengan rincian rawat jalan di klinik BNN Kota Batu ada 25 orang. Di puskesmas Batu ada 25 orang, dan rawat inap di Rumah Sakit Rumah Sakit Dr. Radjiman Widyodiningrat, Lawang, Kabupaten Malang, 4 orang. 

“Untuk rehabilitasi rawat jalan ini selain di Klinik kami, bekerjsama dengan Puskesmas Batu, Rumah Sakit Baptis, dan RSJ Lawang,” kata Kasi Rehabilitasi BNN Kota Batu Rose Iptriwulandhani.

Lalu tahun 2018 ada 48 residen. Dengan rincian rawat jalan di klinik BNN Kota Batu ada 20 orang. Di puskesmas Batu ada 10 orang, dan Rumah Sakit Baptis 15. Sedangkan yang di rawat inap di Rumah Sakit Dr. Radjiman Widyodiningrat, Lawang, Kabupaten Malang, 3 orang.  

“Dari tahun ke tahun yang direhabilitasi terus berkurang. Dan angka pengguna semakin berkurang,” imbuhnya. 

Ia menjelaskan rehabilitsi ini dilakukan dengan rawat jalan dan rawat inap tergantung pada tingkat kepatahannya. Yang direhabilitasi selama ini di BNN Kota Batu berkisar usia 15-65 tahun.

Dengan rehabilitasi ini agar para pengguna bisa pulih baik  produktif maupun pulih tidak produktif. Tetapi dengan rehabilitasi ini bisa mentas dari mengkonsumsi narkoba.

Sementara itu Kepala BNN Batu AKBP Mudawaroh mengatakan, sejauh ini masyarakat masih takut untuk berkonsultasi ke BNN Batu apabila sudah mengkonsumsi narkoba. Karena BNN Kota Batu mendekatkan diri kepada masyarakat, komunitas, dan organisasi masyarakat di Kota Batu. 

“Dengan pendekatan ini semisal ada tetangganya yang pengguna punya keinginan direhabilitasi tapi takit bisa dikomunikasikan kepada kami,” ungkap Mudawaroh. 

“Karena selama ini ketakutan mereka ini kalau mau bilang direhat takutnyabakan ditangkap. Padahal gak seperti itu justru lapor akan dibantu proses penyembuhannya,” jelasnya. Menurutnya masa rehabilitasi ini paling lama masa selama tiga bulan.

End of content

No more pages to load