Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso (kiri) saat memaparkan rencana tata ruang Kota Malang pada Badan Informasi Geospasial di Bogor, Jawa Barat. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso (kiri) saat memaparkan rencana tata ruang Kota Malang pada Badan Informasi Geospasial di Bogor, Jawa Barat. (Foto: Dokumen MalangTIMES)



MALANGTIMES - Kota Malang merupakan salah satu kota paling bahagia di Jawa Timur berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik dengan Indeks Kebahagiaan sekitar 70,77 persen. Untuk menjamin kenyamanan warga yang tinggal di kota dingin itu, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang bertandang khusus ke Bogor. 

Kunjungan itu untuk melakukan presentasi sekaligus sidang pleno Peta Dasar, Peta Tematik dan Peta Rencana yang disinkronisasikan dengan Ranperda Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Malang pada Pusat Pemetaan Atlas dan Tata Ruang, Badan Informasi Geospasial (BIG) di Bogor, Jawa Barat, 28-29 Januari 2019, awal pekan ini.

Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso mengungkapkan, pihaknya diundang BIG, untuk melakukan sidang pleno dalam rangka Penerbitan Surat Keterangan Persetujuan Peta Rencana Tata Ruang. "Sebelumnya, kami telah mengikuti prosedur perencanaan dengan menyusun dokumen. Setelah itu BIG melakukan kajian dan verifikasi," terang Erik. 

Menurut Erik, salah satu tujuan dalam merencanakan sebuah kota adalah untuk menyejahterakan masyarakat. "Jadi semua pembangunan berawal dari perencanaan. Termasuk di bidang tata kota. Tujuannya tentu untuk menyamankan masyarakat yang tinggal dan berkegiatan di Kota Malang," ujar alumnus Universitas Brawijaya (UB) itu. 

Selain itu, lanjut Erik, perencanaan tidak bisa dijauhkan dari kata berkelanjutan atau sustainability city. "Membangun juga harus dilihat jangka panjang, yaitu kota yang dapat ditinggali dan dimanfaatkan sumber dayanya oleh masyarakat hingga turun temurun. Tentu saja kota tidak akan stabil baik penduduk, ekonomi ataupun infrastrukturnya," tegas pria asal Kediri itu.

Dalam sidang pleno itu, Erik memaparkan secara detail peta-peta wilayah, peta peruntukan dan rencana tata kota yang akan dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. "Hasilnya, kami mendapatkan Surat Rekomendasi Penyusunan Peta Revisi RTRW Kota Malang Tahun 2019 - 2039, Provinsi Jawa Timur, No. RTRW-3/BIG/IGT/PTRA/01/2019," terang pria kelahiran 25 April 1973 itu. 

"Karena memang penyusunan rencana tata ruang suatu daerah wajib dikonsultasikan dan diverifikasi oleh BIG. Dan untuk Kota Malang, itu sudah kami lakukan," terangnya. Rekomendasi-rekomendasi yang didapat, tambahnya, akan dimasukkan dalam rancangan peraturan daerah (ranperda) yang tengah disusun. 

Sidang Pleno bertempat di Badan Informasi Geospasial dan dihadiri oleh Dr. Ir. Mulyanto Darmawan, M. Sc. (Kepala Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas), Ryan Pribadi, ST. (Kepala Bidang Pemetaan Tata Ruang), Rakyan Paksi Nagara, ST. (Staf Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas) dan Marhensa Aditya Hadi, S.Si (Staf Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas) dari Badan Informasi Geospasial (BIG) serta Erik Setyo Santoso, ST., MT. (Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan) bersama Tim Barenlitbang dari Pemerintah Kota Malang.

End of content

No more pages to load