Ilustrasi bisniswisata.co.id
Ilustrasi bisniswisata.co.id

MALANGTIMES - Penghapusan bagasi gratis oleh sejumlah maskapai penerbangan yang salah satunya Lion Air Grup, cukup memberikan dampak kepada banyak pihak. Selain para penumpang harus merogoh kocek lebih banyak, tour and travel service juga mengalami penurunan jumlah penumpang dengan rute domestik. 

Imanuel Osio selaku bagian dari Air Asia Travel Service Center Malang, mengatakan bahwa adanya penghapusan bagasi gratis tersebut, memberikan dampak turunnya jumlah penumpang yang hendak menggunakan transportasi penerbangan Lion Air.

"Penurunan penumpang Lion Air sekitar 10 sampai 15 persen. Mereka lebih memilih bis malam yang tak harus membayar biaya tambahan untuk barang bawaannya," ujar Imanuel.

Ia menuturkan bahwa penghapusan ini dikarenakan kenaikan bahan bakar pesawat Avtur sebagai penyebab pertamanya. Selanjutnya, masalah pembayaran, dimana penumpang yang hanya membawa barang sedikit dan menggunakan jasa penerbangan, mereka sudah membayar bagasi, namun tidak bisa menggunakannya. Namun bagi penumpang yang membawa barang banyak, dengan jumlah pembayaran yang sama mereka sudah tidak perlu membayar biaya bagasi tambahan karena sudah mendapat bagasi gratis. Sehingga fasilitas tersebut dihapuskan dan dijadikan berbayar.

Dilansir dari kompas.com, Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro mengakui ada penurunan jumlah penumpang yang menggunakan jasa perusahaannya akhir-akhir ini.

Namun, dia membantah penurunan jumlah penumpang itu disebabkan penerapan kebijakan bagasi berbayar.

"Sekarang lagi low season sih, memang pasti semua maskapai juga mengalami hal ini (penurunan jumlah penumpang). Kan ini momen di low season, tapi (tingkat keterisian) kami masih di atas 70 persen sih," ujar Daniel di Gedung DPR RI, Selasa (29/1/2019) malam.

Daniel menambahkan, perusahaannya sebenarnya menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10 persen dengan menerapkan bagasi berbayar ini.

Namun, jika kebijakan ini resmi ditunda, dia mengaku belum mengetahui seberapa besar dampaknya bagi keuangan perusahaan.

"Kita agak lebih fleksibel sabagai pengusaha. Kalau itu (penundaan bagasi berbayar) menjadi fix, itu yang akan menjadi benar-benar buat strategi baru lagi untuk bisnis proses supaya dapat sustainable lagi," kata Daniel.

Sebelumnya, Lion dan Wings Air telah menghapus layanan bagasi gratis bagi para penumpang rute domestiknya mulai 22 Januari 2019 lalu.

Namun, kebijakan itu ditentang DPR RI. Komisi V DPR RI meminta kebijakan itu ditunda penerapannya karena dianggap memberatkan masyarakat.