Gorong-gorong baru yang sudah dilakukan pengerjaannya di Alun-Alun Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Gorong-gorong baru yang sudah dilakukan pengerjaannya di Alun-Alun Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gorong-gorong yang tersumbat sampah menjadi masalah serius di area Alun-Alun Kota Batu. Pasalnya, beberapa kali saat hujan deras datang, air dalam saluran meluap hingga  ke jalur utama. Bahkan sempat merusak aspal jalan. 

Tidak hanya itu. Bau limbah yang disebabkan sampah menebar di sekitar alun-alun sehingga mengganggu kenyamanan.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

 Karena itu,  gorong-gorong yang ada direvitalisasi untuk mengatasi luapan air ketika hujan. “Pembangunan gorong-gorong itu memiliki panjang 100 meter dengan lebar satu meter. Pengerjaannya sudah dimulai pada pertengahan Januari ini,” ungkap Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Batu Alfi Nurhidayat.

Dia mengakui banyak pedagang kaki lima (Pkl) dan wisatawan  mengeluhkan bau limbah yang keluar saat air meluap. "Jadi, kami buat jalur baru untuk gorong-gorongnya,” ungkapnya. 

Pembangunan gorong-gorong itu dilakukan secara maksimal. Yakni dilengkapi box culvert sehingga diharapkan minim  terjadinya penyumbatan saluran limbah  karena sampah. 

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Menurut Alfi, pembangunan gorong-gorong itu menggunakan dana cadangan belanja tak terduga BPBD Kota Batu 2019 sebesar Rp 200 juta. “Pembangunan gorong-gorong ini direncanakan selesai  Februari mendatang. Pengerjaan selama kuramg lebih satu bulan,” kata pria yang juga dosen ini.