Jajaran pimpinan daerah, akademisi, dan swasta berfoto bersama dalam acara seminar nasional FE UM (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Jajaran pimpinan daerah, akademisi, dan swasta berfoto bersama dalam acara seminar nasional FE UM (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Nilai-nilai ekonomi ke-Indonesiaan berbasis pancasila menjadi topik yang dibahas dalam Seminar Nasional Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Malang (UM). Dalam seminar yang digelar FE UM bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Garudafood tersebut hadir Presiden Komisaris (Preskom) Garuda Food Dr (HC) Sudhamek AWS SE SH, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, dan Plt Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Dr Hariyono MPd.

Hariyono menyampaikan Pancasila di era reformasi ini menghadapi tantangan yang rumit. Sebab Pancasila kurang tercermin dalam peraturan perundangan. Maka dari itu Pancasila seharusnya menjadi sumber hukum. Nah, salah satu yang ia tekankan adalah toleransi. "Masyarakat di Nusantara yang terdiri dari suku dan adat berbeda memiliki rasa senasi sepenanggungan," katanya.

Lantaran banyaknya suku dan adat di Indonesia maka jati diri bangsa menjadi penting untuk dipertahankan. Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyatakan bahwa yang terpenting menurutnya adalah jangan sampai pengaruh-pengaruh dari luar justru mengganggu nilai-nilai ke-Indonesiaan bangsa.

"Teknologi boleh berkembang dan ekonomi pun boleh berinteraksi secara global. Tetapi kita jangan sampai kehilangan jati diri, justru harus bisa mewarnai," jelasnya.

Dia menyontohkan bagaimana salah satu nilai pancasila, yakni gotong royong. Nilai gotong royong bisa membawa kemakmuran bagi masyarakat.

Sementara itu, Sudhamek bicara soal manajemen Pancasila. Sudhamek menyatakan bahwa perusahaan dapat menjadi lebih baik melalui revolusi mental.

"Manajemen Pancasila bisa terjadi jika perusahaan manajemennya berasakan dengan nilai-nilai yang berbasis spiritualitas. Perusahaan jadi tak sekedar menyediakan lapangan pekerjaan, tapi jauh lebih penting isinya adalah melakukan perubahan sosial yang dimulai dari diri sendiri,” paparnya.

End of content

No more pages to load