Dinas PU Bina Marga Angkat Bicara Soal Jembatan Sudo

MALANGTIMES - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang yang awalnya diam dalam pemberitaan pembangunan Jembatan Sudo di Dusun Darungan, Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), serta ditulis adanya dugaan dalam pengerjaannya, akhirnya angkat bicara.

Melalui Sekretaris Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Agus Prijanto persoalan tersebut diurainya kepada MalangTIMES. Dirinya menyampaikan, pihaknya memiliki hak jawab atas pemberitaan yang terkesan menyudutkannya tersebut.

"Tapi, karena pihak yang menulis sudah datang dan konfirmasi mengenai masalah itu, kami tidak pakai hak jawab atas pemberitaan itu," ucap Agus di ruang kerjanya, Selasa (29/01/2019).

Dirinya juga mempersilahkan MalangTIMES untuk melakukan pengecekan di lokasi yang dipersoalkan tersebut. "Silahkan dicek di lapangan dan tulis seobyektif mungkin apa yang ada di sana. Kalau memang seperti yang diberitakan ditulis saja apa adanya. Begitu juga sebaliknya kalau tidak seperti yang sudah ditulis di beberapa media," ujar Agus.

Adanya pemberitaan mengenai proyek Jembatan Sudo tahun 2018 yang ditinggal pergi oleh kontraktornya, serta adanya intervensi dan janji anggaran tahun 2019 dari pihak PU Bina Marga, agar proyek diselesaikan dengan dana desa. Secara detail disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Bina Teknik yang juga pejabat pembuat komitmen (PPK) Sabarudin Budiharto.

Sabar, panggilan Kabid Bina Teknik menyampaikan, awal peristiwa dirinya merasa dipojokkan tanpa ada konfirmasi secara langsung, tiba-tiba muncul berita tersebut. "Dan itu mengarah kepada saya. Dimana saya ditulis melakukan intervensi kepada kades dan menjanjikan anggaran tahun ini untuk proyek 2018 lalu," urainya.

"Hal ini tentunya membuat saya kaget. Pasalnya tidak ada sama sekali hal yang didugakan tersebut. Saya tidak pernah melakukan kontak dengan kades terkait pembangunan jembatan tersebut," lanjut Sabar.

Pernyataan Sabar dibenarkan juga oleh Kades Sumberagung Moh Soemidjan saat ditemui di kantor desanya. Soemidjan menyampaikan, kebenaran atas hal tersebut.

"Memang tidak ada komunikasi itu. Apalagi sampai intervensi atau menjanjikan anggaran untuk itu," ujarnya.

Disinggung adanya dugaan proyek tidak selesai sesuai target karena ditinggalkan kontraktor, Sabar pun menyatakan, itu tidak benar. "La wong pembangunan jembatan sudah selesai di akhir Desember 2018 lalu. Saya bahkan berkali-kali cek ke lokasi secara langsung," jawabnya.

Bahkan saat dirinya ditulis menjanjikan ada anggaran di tahun 2019 kepada pihak desa untuk penuntasan Jembatan Sudo, Sabar dengan tegas mengatakan, anggaran darimana untuk menambahnya di tahun ini.

"Semua perencanaan sudah berbasis online, e-musrenbang. Semua terbuka dan bisa diakses masyarakat. Ada e-planning, e-budgeting juga. Jadi tidak bisa itu atur-atur kegiatan apalagi anggaran. Jadi tidak benar itu semua," ujar Sabar yang memperlihatkan isi berita mengenai hal tersebut kepada MalangTIMES.

Isi berita tersebut, MalangTIMES kutip seperti aslinya seperti berikut ini.

"Sumidjan mengaku , dirinya di telepon salah satu pejabat DPUBM untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan jembatan Gunungsudo tersebut. “Usai melapor , saya di telpon Pak sabar , intinya meminta kami untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan jembatan tersebut , termasuk membenahi plengsengan yang ambrol tersebut . Di katakan Pak Sabar via telepon tersebut , anggaran untuk melanjutkan pembangunan tersebut menyusul. Ya karena di perintah kami kerahkan warga desa di pimpin Kamituwo Suratmin untuk melakukan pekerjaan , mulai kemarin lusa,”tutup Sumidjan,".

Sabar juga menjelaskan, mengenai plengsengan yang longsor karena hujan deras seharian. Seperti yang juga dibenarkan oleh Suratmin Kamituwo Desa Sumberagung, serta rabat di atas jembatan. "Tidak termasuk dalam paket pengerjaan," pungkasnya.
 

 

Top