Kades Sumberagung, Sumawe, Moh Soemidjan dan perangkat desa saat berada di jembatan gunung sudo yang diberitakan ada masalah, Selasa (29/01) (Nana)
Kades Sumberagung, Sumawe, Moh Soemidjan dan perangkat desa saat berada di jembatan gunung sudo yang diberitakan ada masalah, Selasa (29/01) (Nana)

MALANGTIMES - Pembangunan jembatan di Gunung Sudo, Dusun Darungan, Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) yang diduga bermasalah, ternyata di lapangan baik-baik saja.

Polemik yang menyertai pembangunan jembatan penghubung antar rukun tetangga (RT) mencuat dengan adanya beberapa pemberitaan di media online, beberapa hari lalu.

Dimana dalam berbagai media tersebut dituliskan, adanya dugaan bahwa pembangunan jembatan yang hanya bisa dilalui roda dua tidak diselesaikan sesuai target. Serta adanya intervensi dari pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang kepada Kepala Desa (Kades) Sumberagung.

MalangTIMES yang turun secara langsung di lokasi pembangunan jembatan Gunung Sudo, tidak melihat adanya dugaan tersebut. 

Di lapangan, jembatan Gunung Sudo sudah 100 persen selesai dan telah dilewati warga sekitar. Tidak terlihat adanya proyek mangkrak yang menurut pemberitaan ditinggal pergi kontraktornya.

"Nah itulah yang membuat saya bingung. Jembatan ini sudah selesai per tanggal 23 Desember 2018 lalu. Tapi kok diberitakan belum selesai. Sampai saya dipanggil Inspektorat, gara-gara ini," kata Moh Soemidjan Kepala Desa (Kades) Sumberagung, Sumawe, Selasa (20/01/2019) saat ditemui MalangTIMES di kantor desa.

Untuk membuktikan pernyataan Soemidjan, MalangTIMES pun menuju lokasi pembangunan yang letaknya sekitar 4 kilometer (Km) dari jalan besar. Dengan kondisi jalanan yang masih berupa tanah dan serupa bebukitan, akhirnya kami sampai di lokasi yang dipersoalkan beberapa pihak.

Di lokasi terlihat jembatan penghubung warga. Jembatan yang ternyata tidak seperti bayangan khalayak banyak. Yakni serupa jembatan-jembatan kelas I dan II. Karena dengan ukuran lebar sekitar 2 meteran dan panjangnya tidak sampai 4 meter, membuat jembatan tersebut tidak masuk dalam klasifikasi tersebut.

"Ini bisa dilihat sudah selesai semua. Jadi tidak ada persoalan. Kalaupun ada yang ambrol itu di bagian atas yang tidak masuk dalam paket proyek jembatan," ujar kades dua periode di Desa Sumberagung tersebut.

Persoalan mengenai ambrolnya sisi atas jalan dikarenakan kondisinya yang memang rawan longsor. Sehingga saat terjadi hujan deras seharian, tanah terkikis dan longsor. "Tapi sudah kita perbaiki, ini buktinya," imbuh Soemidjan yang didampingi perangkatnya.

Dirinya bersama warga sekitar  berterimakasih kepada Pemkab Malang melalui Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang yang telah membangun jembatan penghubung di wilayahnya yang terbilang ekstrim tersebut. Sehingga membuat warga sekitar bisa memanfaatkannya saat membutuhkan keperluan ke wilayah kantor desa atau lainnya.

"Adanya jembatan ini bisa menjadi jalan pintas warga. Tidak perlu berputar jauh lagi, misalnya kalau mau ke balai desa. Kita sangat terbantu. Jadi kalau ada yang bilang lain-lain, itu bohong semuanya," tegas Soemidjan.

Seperti diberitakan beberapa hari lalu, dugaan pembangunan yang berasal dari anggaran daerah melalui perubahan anggaran kegiatan (PAK) 2018 dengan nominal anggaran sekitar Rp 200 juta. Selain ditinggal pergi pihak CV Sari Bumi kontraktor pembangunan, juga ada dugaan intervensi dari pihak Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang.

Hal yang secara tegas dibantah oleh Kepala Bidang (Kabid) Bina Teknik Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. "Kita menjalankan amanah dari Musrenbang Kabupaten tentang usulan tersebut. Seluruh proses telah dilaksanakan juga. Bahkan kami berkali-kali melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Tidak ada masalah dan semua sesuai yang diamanahkan," ucap Sabarudin Budiharto saat ditemui di ruang kerjanya.

Sama dengan Soemidjan, dirinya juga merasa kebingungan, tiba-tiba ada pemberitaan miring mengenai pembangunan tersebut. 

"Aneh saja semua berjalan sesuai target dan kita cek juga sudah sesuai semua. Tiba-tiba ada berita yang seperti itu," pungkas Sabarudin.