Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Herawanto menyatakan pelaksanaan dua megaproyek menanti pusat.(Nana)
Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Herawanto menyatakan pelaksanaan dua megaproyek menanti pusat.(Nana)

MALANGTIMES - Dua megaproyek di Kabupaten Malang  tahun 2019, yaitu pembangunan tahap I Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari serta jalur lingkar selatan (JLS) tahap II, menanti keputusan pemerintah pusat.

Penantian terbilang panjang untuk dua megaproyek tersebut secara teknis dan administrasi di lapangan telah dicukupi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Sehingga Pemkab Malang hanya menunggu kepastian regulasi, waktu pelaksanaan dan teknisnya dari pemerintah pusat.


Misalnya, untuk pembangunan KEK Singosari tahap I, Pemkab Malang tinggal menunggu diterbitkannya peraturan pemerintah (PP). Sedangkan untuk rencana pembangunan JLS yang nantinya menghubungkan wilayah selatan Kabupaten Malang sampai Blitar, kondisinya sama: menanti kesiapan dan tindakan dari pemerintah pusat.


"Untuk dua proyek tersebut, kami menunggu pusat. Secara administrasi dan teknis, sudah kami penuhi semuanya," kata Tomie Herawanto, kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Selasa (29/01/2018) kepada MalangTIMES.


Tomie melanjutkan, Pemkab Malang sejak tahun lalu telah melakukan berbagai persiapan matang untuk dua megaproyek tersebut. Bahkan, untuk pembangunan KEK Singosari, pihak pengembang telah siap untuk melakukan eksekusi tahap I.
Sedangkan untuk pembangunan JLS yang menghubungkan Kabupaten Malang sampai wilayah Blitar,b Pemkab Malang telah menuntaskan status lahan yang akan dibangun oleh pemerintah pusat melalui dana loan.


"Lahan telah kami bebaskan dan statusnya sudah siap untuk dibangun. Kami tinggal menunggu anggaran dan teknis pelaksanaan dari pusat," ujar mantan kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang itu.


Sedangkan untuk perencanaan tersebut, sejak tahun lalu Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang telah menyelesaikan roadmap-nya. Baik ruas jalan yang akan dibangun maupun sirip atau koridor jalannya. "Jadi, secara perencanaan sudah matang dan fix semuanya. Kami tinggal tunggu pusat," tegas Tomie yang belum bisa memastikan tepat kepastian pelaksanaannya.
"Semoga secepatnya dan bisa tahun ini. Yang pasti, tugas kami membantu berbagai proyek nasional yang ada di Kabupaten Malang sudah dilaksanakan," imbuhnya.


Dalam kesempatan berbeda, MalangTIMES mendapat informasi bahwa untuk proses pembangunan JLS-Blitar tahun 2019 telah dilakukan tender. Walau secara nominal, pelaksanaan dan teknisnya belum bisa dipastikan.


"Belum dipastikan karena terkait anggaran di pusat. Rencana itu memang masuk di tahun 2019. Sedangkan untuk panjang jalan sekitar 17 kilometer, yakni dari Balekambang sampai Kedungsalam," ucap salah satu pejabat di Kabupaten Malang.