Dilarang Masuk Kampus UB, Ojol: Malah Enak Nggak Mutar-Mutar

Jan 29, 2019 11:14
Suasana pintu gerbang UB di Jalan Veteran. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Suasana pintu gerbang UB di Jalan Veteran. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Universitas Brawijaya (UB) memberlakukan aturan masuk UB wajib stiker. Dengan adanya aturan ini, masyarakat umum, bahkan ojek online (ojol), tidak bisa masuk ke dalam kawasan UB. Kendaraan dosen, karyawan, dan mahasiswa bisa masuk dengan memakai stiker atau KTM.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Rektor Nomor : 0862/UN10/PS/2019 tentang Pemberlakuan Stiker Kendaraan Masuk. Hanya kendaraan yang berstiker UB yang bisa memasuki area kampus. Stiker berlaku untuk civitas akademika UB dan telah dibagikan di tiap-tiap fakultas.

Baca Juga : Tangkal Persebaran Covid-19, Mulai Besok Ruas Jalan Universitas Brawijaya Malang Ditutup Total

Aturan ini diterapkan untuk mengurangi kemacetan di area kampus UB yang sering digunakan oleh pengendara umum sebagai "jalan tembus". Selain itu, banyaknya driver ojek online yang mangkal di beberapa titik fakultas menjadi penyebab lain macet dan penuhnya area parkir kampus UB.

Penuhnya area parkir kampus juga menyebabkan banyaknya pengendara melakukan parkir sembarangan sehingga rawan terjadinya curanmor.

Hingga hari ini (29/1), para ojek online (ojol) terlihat ngetem bersama di depan gerbang  UB di Jalan Veteran. Ada yang mengantar penumpang, menanti orderan, hingga yang sudah menunggu penumpang.

Ternyata, kebijakan baru UB ini bukan masalah bagi para ojol. Mereka mengaku sudah mendapat sosialisasi akan kebijakan ini sebelumnya. Salah satu ojol Gojek Maryadi mengaku tak masalah tak bisa masuk kampus UB dan hanya mengantar sampai pintu gerbang.

"Ya kalau kita nggak masalah ngantar sampai gerbang. Jadi enak karena gak perlu muter-muter buat jemput," ujarnya.

Hal serupa juga dikatakan Edo Siente, driver Grab asli Nusa Tenggara Timur (NTT). Edo mengaku tak masalah mengantar hanya sampai pintu gerbang. Hanya, ia mengaku dikomplain saat mengantarkan pesanan makanan.

"Ini saya dikomplain karena mau anter makanan. Karena buat tamu dosen katanya, tapi malah nggak dibolehin masuk," ungkapnya.

Menurut Kasubag Humas UB Kotok Gurito, hal tersebut untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan kampus. Sehingga, aktivitas driver ojek online yang biasanya mengantar dan menjemput penumpang di dalam kini cukup dilakukan di depan Gerbang UB.

Untuk diketahui, ada tiga kendaraan minibus yang disiagakan di dua titik untuk memudahkan warga kampus mobilisasi. Dua minibus dari gerbang UB dan satu lagi di gerbang dekat Bank BNI.

"Kendaraan akan siaga mulai pukul 06.00 sampai 18.00 WIB. Diperkirakan akan datang setiap 10 menit sekali," ujar Kotok.

51269922-f2cd-424c-8896-f7e2a76a7d7ccd538d7672c29c03.jpg

Baca Juga : Driver Ojol di Malang Mulai Mengeluh Orderan Sepi

Berikut rute tiga minibus tersebut :
Rute 1 : Berangkat dari Fakultas Kedokteran - Lapangan Rektorat - Gedung Widyaloka - Fakultas Hukum - Fakultas Ilmu Administrasi - Fekultas Ekonomi - Fakultas Teknologi Pertanian - Gerbang UB Fakultas Kedokteran

Rute 2 : Berangkat dari Fakultas Kedokteran - Fakultas Pertanian - Fakuktas Peternakan - Fakultas Teknik - Fakultas Hukum - Fakultas Ilmu Administrasi - Bunderan UB - Gerbang UB Fakultas Kedokteran

Rute 3 : Gerbang Veteran dekat Bank BNI -Samantha Krida - Masjid Raden Patah - LPPM - Bunderan UB - Gerbang Veteran dekat BNI

"Setiap penumpang ojek online diturunkan di depan gerbang, lalu bisa naik minibus sesuai rute. Bis ngetem tiap 15 menit," jelas Candra, sopir minibus UB.

Sementara itu, kemarin petugas keamanan gerbang sempat mengaku kewalahan menjaga gerbang lantaran kekurangan personel. "Kami kekurangan personel untuk menjaga pintu gerbang. Personel yang menjaga gerbang cuma 3 orang. Minimal 8 oranglah (yang menjaga) jadi ada pergantian," imbuhnya.

Suasana ramainya pintu gerbang juga sempat diunggah oleh akun Twitter @reandys. "Sepiro kuat e satpammu min bendino ngene iki haha @infoUB ,
@infomalang," tulisnya.

a948e123-9070-49bc-8d53-08d5c5d7a2f9ef535070012ec4fb.jpg

Topik
MalangBerita MalangDilarang Masuk Kampus UBUniversitas Brawijaya (UB)

Berita Lainnya

Berita

Terbaru