Rif’an Firmansyah tersangka beserta barang bukti hasil curian, saat diamankan polisi, Kecamatan Kepanjen (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Rif’an Firmansyah tersangka beserta barang bukti hasil curian, saat diamankan polisi, Kecamatan Kepanjen (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Apa yang dilakukan Rif’an Firmansyah warga Jalan KH Hasim Asy’ari, Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen ini, tergolong nekat. Pasalnya, hanya demi satu tas branded, pelaku nekat menyelinap masuk ke kost putri.

Korbanya bernama Ester Wahyuni warga Jalan Krajan, Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen. Ketika menjadi sasaran korban pencurian, saat itu korban dalam kondisi terlelap di kamar kostnya, Sabtu (26/1/2019) dini hari.

Mengetahui hal itu, pelaku akhirnya nekat menyelinap masuk ke kamar kost korban. Dengan penuh kewaspadaan, pria 24 tahun ini membuka pintu kamar secara perlahan.

“Ketika berada di dalam kamar, pelaku mengambil tas Shopie Martin milik korban. Posisi tas saat itu, digantungkan dibalik gagang pintu kost bagian dalam,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Senin (28/1/2019).

Selang beberapa waktu kemudian, perempuan  35 tahun ini, terbangung dari tidur pulasnya saat pagi tiba. Mengetahui jika tas miliknya yang ada di daun pintu hilang. Korban seketika panik. Meski sempat mencari dan menanyakan ke beberapa tetangga kost. Namun, tas yang berisi beberapa barang berharga tersebut, tidak kunjung ditemukan. Hingga akhirnya, korban memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke Polsek Kepanjen.

Mendapatkan laporan, Kanitreskrim Polsek Kepanjen Iptu Supriyadi, langsung mengerahkan beberapa personel untuk melakukan penelusuran. Termasuk, menggali kesaksian dari beberapa penghuni kost, yang beralamat di Jalan Sidodadi, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen.

Hingga akhirnya, pelaku pencurian menjurus kepada Rif’an. Analisa tersebut bukan tanpa alasan, selain ada beberapa saksi yang mengetahui ada pria misterius yang berseliweran di depan kost, sesaat sebelum kejadian.

Dari hasil pendalaman, polisi juga mengetahui jika ATM milik korban sempat dikuras oleh pelaku. Berdasarkan keterangan pihak bank, ada transaksi penarikan di salah satu mesin ATM yang ada di wilayah Kecamatan Kepanjen.

Berangkat dari temuan inilah, petugas lantas melakukan penelusuran dan mengetahui rumah pelaku. Saat diringkus dikediamannya, tersangka semula sempat mengelak jika mengambil tas milik korban.

Namun setelah digeledah, anggota korps berseragam coklat ini menemukan beberapa barang bukti hasil curian milik korban, yang ada di rumah pelaku yang beralamat di Daerah Desa Talangagung.

“Tersangka mengetahui nomor PIN ATM milik korban, lantaran kode rahasia tersebut ditulis pada secarik kertas dan disimpan di dompet. Total uang yang ditarik pelaku senilai Rp 3,3 juta,” terang Supriyadi.

Selain mengamankan tersangka, beberapa barang bukti hasil curian seperti satu tas branded berwarna pink yang berisi dua unit Handphone, dompet yang berisi dua kartu ATM, beberapa surat berharga, dan uang tunai jutaan rupiah, turut disita polisi sebagai barang bukti. “Total kerugian yang diderita korban, atas aksi pencurian ini ditafsir mencapai Rp 6,3 juta,” sambung Supriyadi.

Hingga saat ini, jajaran kepolisian Polsek Kepanjen masih melakukan pendalaman. Termasuk menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang tindak pencurian dengan pemberatan, ancamannya tujuh tahun penjara,” pungkasnya.