MALANGTIMES - Wakil Presiden Jusuf Kalla baru saja memerintahkan agar tabloid Indonesia Barokah yang akan disebarkan di beberapa daerah untuk dimusnahkan dan dibakar. Langkah itu diinstruksikan langsung kepada setiap masjid yang mendapat kirimin tabloid yang ia nilai berbahaya dan dapat menyebarkan berita hoax alias tidak benar.

Di Kota Malang sendiri, setidaknya ada sekitar seribu eksemplar tabloid yang siap diedarkan. Namun berhasil ditahan oleh pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang. Sehingga, tabloid yang rencananya akan diedarkan ke beberapa masjid itu saat ini masih tertahan di Kantor Pos.

"Memang ada sekitar seribu eksemplar, dan sudah berhasil ditahan. Salah satunya akan dikirim ke masjid di daerah Kecamatan Kedungkandang," kata Ketua Bawaslu Kota Malang, Mustofa pada wartawan, Senin (28/1/2019).

Menurutnya, Bawaslu sudah berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk menahan peredaran tabloid yang dinilai berbahaya tersebut. Meskipun sudah ada beberapa amplop berisi tabloid serupa sempat beredar di Kabupaten Malang. Namun saat ini peredarannya sudah berhasil ditarik.

Saat ini, lanjutnya, Kantor Pos Indonesia sudah diperintahkan untuk menahan tabloid agar tidak dikirimkan ke alamat pengiriman. Penahanan tersebut dilakukan sampai ada keputusan dari Bawaslu pusat.

"Dan Kantor Pos sendiri sebelumnya juga sudah menginformasikan bahwa mereka diminta untuk menahan paket tersbeut," jelasnya lagi.

Mustofa juga menyampaikan jika Bawaslu tidak dapat melakukan tindakan apapun ketika tabloid yang dimaksud tidak mengandung unsur kampanye negatif. Sehingga untuk saat ini pihaknya memilih untuk menunggu instruksi lanjutan dari Bawaslu Provinsi Jawa Timur dan Bawaslu RI.

"Sementara waktu, kami masih menunggu keputusan dari Bawaslu Provinsi dan Bawaslu RI," pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan jika peredaran tabloid Indonesia Barokah berhasil ditahan oleh pihak berwajib. Saat ini, koordinasi terus dilakukan untuk mencegah peredaran produk-produk yang berpotensi berbahaya.

"Kota Malang dipastikan aman," terang pria berkacamata itu.