Tukang Tambal Ban Ini Berurusan dengan Polisi karena Pil Koplo

Jan 27, 2019 19:17
Yuwana Wahyu Pratama dan Saiful Anwar tersangka pengedar pil double L, saat diamankan ke Polsek Turen, Kabupaten Malang (Foto : Polsek Turen for MalangTIMES)
Yuwana Wahyu Pratama dan Saiful Anwar tersangka pengedar pil double L, saat diamankan ke Polsek Turen, Kabupaten Malang (Foto : Polsek Turen for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pengedar narkotika kian cerdik mengelabui petugas. Seperti yang terjadi di Kecamatan Turen. Jajaran kepolisian Polsek setempat, baru saja meringkus dua tersangka, yang terlibat peredaran narkotika. Mereka adalah Yuwana Wahyu Pratama, warga Jalan Gunung Jati, Kecamatan Dampit, dan Saiful Anwar warga Jalan Sumber Duren, Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading.

Keduanya diringkus polisi, Sabtu (26/1/2019). Berdasarkan pendalaman petugas, pratik peredaran narkoba yang dilakukan keduanya terbilang rapi. Yakni dengan menerapkan banyak “tangan”. Dimana ada yang berperan sebagai bandar dan pengedar. Bahkan untuk mengelabuhi petugas, saat bertransaksi, barang yang hendak dijual berpindah tangan perantara selama beberapa kali.

Baca Juga : Edarkan Sabu di Tengah Pandemi Covid-19, Pengedar Asal Malang Dicokok Polisi Blitar

Diperoleh keterangan, terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat, jika di wilayah Kecamatan Turen marak peredaran narkotika. Mendapat informasi tersebut, beberapa jajaran kepolisian dikerahkan guna melakukan penelusuran. Semula polisi memperoleh keterangan jika akan berlangsung transaksi penjualan pil double L, di kawasan Desa Talok, Kecamatan Turen.

Tanpa menunggu lama, beberapa personel kepolisian langsung melakukan penelusuran. Hasilnya, Yuwana saat itu tertangkap tangan, sedang menjual pil koplo, di kawasan Jalan Baru Kripik Lumba-lumba.

Pelaku kedapatan menjual sebanyak lima tik, dengan total 20 butir pil double L, kepada salah satu pembeli perempuan yang bernama DL (inisial) warga Desa/Kecamatan Dampit. “Tersangka menjual lima tik pil double L, dengan harga Rp 50 ribu,” kata Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu Hari Eko Utomo, Minggu (27/1/2019).

Remaja yang kesehariannya bekerja sebagai tambal ban ini, mengaku ingin mendapatkan pendapatan tambahan, dengan cara mengedarkan pil koplo. Sedangkan barang haram tersebut, didapatkan remaja 19 tahun itu, dari seorang pemasok yang bernama Saiful Anwar.

Mendapatkan kesaksian tersebut, angota korps berseragam coklat ini, langsung melakukan pendalaman dan mengamankan yang bersangkutan. Ketika diringkus di rumahnya yang berlokasi di Kecamatan Ampelgading, pelajar usia 18 tahun itu, hanya bisa pasrah saat diglandang ke Polsek Turen.

“Berdasarkan kesaksian tersangka atas nama Saiful, mengaku jika selama ini pihaknya mendapatkan pasokan dari seseorang yang bernama AD (inisial), yang hingga sekarang masih berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang),” sambung Hari kepada MalangTIMES.

Baca Juga : Pelaku Pencabulan di Jatimulyo Disebut Punya Kelainan Seks terhadap Anak

Hari menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan. Termasuk menghimpun keterangan dari berbagai saksi, guna mencari keberadaan AD.

Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga menyita beberapa barang bukti. Di antaranya pil koplo sebanyak lima tik yang masing-masing berisi empat butir, uang hasil penjualan senilai Rp 50 ribu, serta dua unit handphone yang selama ini digunakan untuk melancarkan aksi penjualan pil syetan tersebut.

“Kedua tersangka dijerat pasal 196 Subsider 197 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009, tentang kesehatan. Ancamannya 12 tahun kurungan penjara,” pungkasnya.

 

Topik
MalangBerita MalangPengedar narkotika di malangnarkotikanarkobaPolsek Turen

Berita Lainnya

Berita

Terbaru