Kualitas Rumput Menurun, Ini Kata Panpel Arema FC

Jan 27, 2019 14:38
Stadion Kanjuruhan saat digunakan Arema FC beruji coba beberapa hari lalu. (Hendra Saputra)
Stadion Kanjuruhan saat digunakan Arema FC beruji coba beberapa hari lalu. (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Kemenangan Arema FC atas Persita Tangerang dengan skor 4-1 dalam lanjutan babak 32 besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (26/1/2019) kemarin menyisakan sebuah catatan. Yakni rumput lapangan yang terkesan gembur dan mudah rusak.

Padahal,  dalam beberapa musim, Stadion Kanjuruhan adalah stadion yang memiliki rumput cukup bagus saat digunakan untuk menyelenggarakan event sepak bola tertinggi di Indonesia, yakni Liga 1. Apalagi stadion yang terletak di Kepanjen, Kabupaten Malang ini menjadi home base dari klub Arema FC.

Baca Juga : Jebolan Persema Punya Target Jalani Musim Kedua di Liga 1 Bersama Arema FC

Tetapi, kemarin saat Arema FC sukses menundukkan Persita Tangerang, di tengah permainan yang sangat menghibur, terlihat pemandangan bagaimana rumput lapangan yang mudah terkelupas alias jebol.

Hal itu terlihat pertama dari overlap Hamka Hamzah dari belakang hingga menuju kotak penalti lawan, ia yang berlari di dalam kotak penalti itu diberi umpan pendek oleh Hendro Siswanto. Awalnya, sang kapten tersebut akan terpeleset karena rumput yang lepas. Akan tetapi, pemain bernomor punggung 23 itu sukses menyelesaikan tugasnya yang berbuah menjadi gol kedua Singo Edan.

Beberapa kejadian juga terjadi saat Dendi Santoso melakukan serangan dari sisi kiri pertahanan lawan. Ketika menggunakan kaki kirinya untuk kuda-kuda menendang, rumput juga terlepas.

Sebuah pemandangan yang tidak biasa, karena Stadion Kanjuruhan dikenal sangat rutin dirawat. Dan kini ketua panpel Arema FC Abdul Haris akan berkoordinasi dengan pihak stadion dalam hal perawatan rumput.

"Untuk perawatan rumput kami akan tambah dari seminggu sekali kini seminggu dua kali ada pemotongan. Karena cuaca yang sering hujan membuat rumput cepat tumbuh tinggi. Selain itu, ada juga pemupukan dan pengobatan dengan insektisida," ujar dia.

Lanjut Haris, perawatan rumput di musim hujan seperti bulan-bulan ini adalah tantangan tersendiri. Sebab,  tingkat kesulitannya lebih tinggi daripada musim kemarau. 

Baca Juga : Lama Tak Terlihat, Striker Lama Arema FC Akan Bergabung

"Kalau musim hujan, tingkat kerusakan rumput dipastikan lebih tinggi, sehingga harus ada perbaikan, atau semacam penambalan beberapa bagian yang berlubang karena rumput rusak oleh tekanan sepatu," katanya.

 

 

Topik
Arema FCAremanialiga 1AremaniaPersita TangerangPiala Indonesia 2018Kualitas Rumput MenurunStadion Kanjuruhan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru