Jalan Umum Perumahan Jadi Parkiran, Warga Perum Dirgantara Layangkan Surat ke Pemkot Malang

Toko Modern Seenaknya Serobot Fasum  1

MALANGTIMES - Ketegasan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali diuji. 

Di tengah gencarnya Wali Kota Malang Sutiaji memberantas toko modern ilegal, salah satu swalayan di kawasan Kecamatan Kedungkandang malah seenaknya mengangkangi aset pemerintah. 

Toko grosir sekelas swalayan Dirgantara Mart Grosir menduduki jalan umum Perumahan Dirgantara Permai. 

Jalan milik warga yang termasuk fasilitas umum (fasum) itu ditutup sepihak. 

Di atasnya, digunakan sebagai lahan parkir dan gudang. Tak ayal, hal itu menimbulkan kerugian bagi warga sekitar yang aksesnya terhalang.

Salah satu warga Perum Dirgantara Permai, bahkan telah melayangkan surat laporan resmi yang ditujukan pada Satpol PP Kota Malang.

"Surat itu saya sampaikan awal Januari lalu. Sudah ada reaksi dari Satpol PP, tetapi belum ada penindakan dan sampai saat ini jalan umum itu masih ditutup," ujar Aningtyas, warga yang mengajukan laporan. 

Menurut Aningtyas, warga sekitar sebenarnya sudah mengajukan keberatan dan melakukan upaya komunikasi dengan pemilik usaha Dirgantara Mart. 

Hanya saja, pemilik usaha berkilah dan malah melakukan upaya teror terhadap warga yang protes. 

"Karena tidak ada itikad baik, maka saya bersama warga mengajukan laporan itu," terang Aning, sapaan akrabnya. 

"Swalayan itu tidak memiliki lahan parkir, jadi jalan umum perumahan dijadikan parkir. Tidak ada pengajuan izin atau pemberitahuan juga pada warga di sekitarnya. Izin usahanya juga masih belum ada, baru punya surat keterangan domisili usaha (SKDU)," terang Aning.

Menurutnya, penutupan tersebut dilakukan sejak Oktober 2018 lalu. 

Dalam surat yang diajukan tersebut, Aning menyertakan denah bangunan yang menggambarkan penutupan jalan umum itu.

Berdasarkan pantauan MalangTIMES di lokasi, sebuah portal bercat merah menutup Jalan Perum Dirgantara Permai Blok A6 nomor 42-43-44. Jalan tersebut sejajar dengan Jalan Kyai Ageng Gribig. 

Warga lain yang enggan disebutkan namanya, R mengaku dirugikan atas penutupan jalan umum itu. 

"Saya juga dirugikan, apalagi ini kan mau mulai usaha. Harusnya bisa lewat jalan itu, tapi karena ditutup maka harus muter-muter masuk ke perumahan dulu. Tapi warga yang protes ini malah diteror sama pemiliknya (Dirgantara Mart) makanya kami milih diam," ujar R saat ditemui MalangTIMES. 

Pria yang lokasi usahanya tak jauh dari Dirgantara Mart itu juga mengaku tidak dimintai izin saat akan ada penutupan jalan. 

"Nggak ada permisi-permisi atau izin apa gitu. Ya langsung main tutup saja. Saat warga tanya, dia bilang sudah koordinasi dengan Pak RW, ini yang saya nggak tahu," tambahnya.

Di lahan jalan umum itu, juga terdapat bangunan permanen berupa toilet dan gudang milik Dirgantara Mart. 

Sayangnya saat dikonfirmasi di lokasi, pegawai toko menyebut bahwa pemiliknya atas nama Joenita tengah berada di Surabaya. 

"Ibu (Joenita) sedang di Surabaya, kalau mau ketemu bikin janji dulu," ujar salah satu pegawai toko. 

Lantas seperti apa tanggapan dari Satpol PP Kota Malang, simak ulasannya dalam seri laporan khusus oleh MalangTIMES. 

Top