MALANGTIMES - Berdasarkan WHO, angka kematian tertinggi nomor lima adalah akibat dari kecelakaan lalu lintas. Sementara itu, selama ini kalangan milenial usia 17 hingga 35 lah yang menyumbang angka yang cukup tinggi dalam kecelakaan, terutama di Jawa Timur. 

Angka kecelakaan di tingkat Jawa Timur tercatat 5.200 sekian, yang mana 70 persennya disumbangkan kaum millenial.

Atas dasar itulah Polres Malang Kota  menggelar Millenial Road Safety Festival di Samanta Krida Universitas Brawijaya (UB), Jumat (25/1). Acara tersebut dihadiri Wali Kota Malang Sutiaji, Dirlantas Lantas Polda Jatim diwakili Kasubdit Bin Gakkum Polda Jatim AKBP. M. Budi Hermawan, Kapolres Malang Kota AKBP. Asfuri, Kasat Lantas Polres Kota dan Kabupaten Probolinggo, Polres Kota dan Kabupaten Pasuruan, Polres Kota dan Kabupaten Malang.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menyatakan bahwa Millenial Road Safety Festival diadakan dengan tujuan memberikan  pengertian kepada kaum milenial agar lebih tertib berlalu lintas.

"Tentunya dengan kegiatan ini kami berusaha untuk mengajak masyarakat untuk lebih menjaga keselamatan diri dalam berkendara sehingga paling tidak dengan ini bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan," ungkapnya.

Dalam acara tersebut, terdapat banyak kegiatan untuk para milenial mulai dari deklarasi milenial, senam kolosal, expo pelajar, safety riding, serta expo kepolisian. Selain itu, penyanyi Mario Ginanjar dari Kahitna juga ikut memeriahkan acara.

"Untuk peserta, kami menggandeng para pelajar, komunitas otomatis dan instansi-instansi terkait," ujar Asfuri.

Sementara itu, saat disinggung terkait angka kecelakaan di Kota Malang selama dua tahun terakhir, Asfuri mengatakan jika mengalami penurunan yang signifikan. Pada tahun 2017, angka kecelakaan sebesar 300 dan pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 87 kasus.

"Di tahun 2018 itu ada kasus sebanyak 213, sudah lumayan untuk penurunannya. Untuk itu, kegiatan ini juga salah satu dari kampanyekan tertib berlalulintas," pungkasnya.

Kasubdit Bin Gakkum Polda Jatim AKBP. M. Budi Hermawan menambahkan, angka kecelakaan di tingkat Jawa Timur tercatat 5.200 sekian, yang mana 70 persennya disumbangkan kaum millenial.

"Kami mengapresiasi Kota Malang, ketertiban lalu lintasnya sudah lebih bagus, khususnya tertib dalam pemakaian helm mencapai 95 persen. Semoga di sisi lainnya bisa lebih tertib lagi," tambah AKBP. M. Budi Hermawan.