Fahri Hamzah layangkan surat permohonan eksekusi terhadap PKS atas ganti rugi senilai Rp 30 miliar (Ist)

Fahri Hamzah layangkan surat permohonan eksekusi terhadap PKS atas ganti rugi senilai Rp 30 miliar (Ist)



MALANGTIMES - Konflik Fahri Hamzah versus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus meruncing, setelah keributan yang cukup menyita perhatian masyarakat di awal tahun 2016. Dimana Fahri dipecat dari seluruh jenjang jabatan di kepartaian oleh Majelis Tahkim PKS pada 11 Maret 2016 lalu.

Pemecatan tersebut berujung perkara di ranah hukum. Fahri menggugat pemecatannya serta melawan  di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, serta menuntut PKS membayar ganti rugi materiil Rp 1,6 juta dan imateriil senilai lebih dari Rp 500 miliar.

Tidak berhenti di PN Jaksel, persoalan tersebut naik sampai Mahkamah Agung (MA). Dimana putusan MA  memerintahkan PKS membatalkan pemecatan Fahri dan membayar ganti rugi senilai Rp 30 miliar.

Selesai? Tidak. Fahri melayangkan surat permohonan eksekusi ke Pengadilan Jaksel terkait kelanjutan putusan Mahkamah Agung (MA). Dengan isi PKS wajib membayar ganti rugi kepada Fahri senilai Rp 30 miliar.

Sontak saja warganet pun kembali dibuat heboh. Berbagai komentar pun bermunculan menanggapi tindakan Fahri Hamzah melayangkan surat permohonan eksekusi.

Wachidin Sudirohusodho, salah satu warganet berkomentar, "Bagus pak FACHRI,,, sita PKS ganti partai GARBI," tulisnya merujuk pada organisasi yang kini ditempati Fahri yaitu Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi), Jumat (25/01/2019).

Warganet lain pun mendukung langkah Fahri, seperti yang dituliskan oleh Rizki Novarino, "Habisin FeKaEs bang Fahri, kami #1 siap mendukung penuh,".
Bahkan Benyamin Setiawan Bbm menuliskan dukungan penuhnya atas pemecatan Fahri oleh PKS. "Mantap bung fahri, kader sebaik anda dibuang hanya karena tidak satu kubu, sekarang kena batunya," tulis Benyamin.

Selain dukungan,  warganet lain pun ikut berkomentar lain. Beberapa warganet tersebut menyarankan agar Fahri menunda permintaan eksekusi ganti rugi kepada PKS. "Bung Fahri. Jgn saat skarang lah momennya kurang tepat..tunda dulu eksekusinya..ini kan musim kampanye yg sgt akn byk membutuhkan dana...bisa bangkrut PKS nanti.." ujar Eko Madyo Susilo Susilo yang ditambahkan komentar dari Surya Chandra Pratama, "bisa bangkrut nih..".

Gugat ganti rugi dengan nilai Rp 30 miliar kepada PKS tentunya bukan uang sedikit. Apabila Fahri berhasil mendapatkan haknya tersebut, maka Heric menyarankan agar uang tersebut sebagian diberikan kepada anak yatim.

"Bung Fahri yg dituntut ganti rugi 30 M itu Partai & Ketuanya y, kl dlm srt gugatan sdh disebutkan sbgai sita jaminan mk wajib hukumnya membayar kpd penggugat, jk tidak dilaksanakan mk bisa gunakan upaya eksekusi paksa tp nti sebagian uangnya tlg dibagikan ke anak yatim y bung spy afdol, tq," tulis Heric.
Bukan Fahri Hamzah juga kalau setiap pernyataannya menuai reaksi negatif dari warganet. Dalam persoalan tersebut pun, warganet menilai Fahri sebagai sosok yang negatif. 

Mezza De Stones secara lugas menyatakan kemuakannya atas berbagai konflik tersebut. "Orang2 gk berguna & meributkan hal2 yang gk berguna juga..sebagai warga negara saya sudah muak melihat konflik2 kalian," tulisnya. Parnasipan Anto Anggiat pun dibuat heran sama Fahri, "gimn ya ama partainya sendiri minta ganti rugi wkwkwkwlwlwl,????". Sedangkan Didimulyono menuliskan, "Partai orang ini brbasis apa sih ko isinya gugat menggugat? Kayak besarin anak macan, sdh besar malah menerkam. Itulah ungkapan yg pas buat fahri,".

Sebagian warganet lainnya, bahkan menunggu hasil dari tindakan Fahri kepada PKS. Seperti yang dilontarkan OR Natawijaya, "Asyik.... kita tonton apa PKS taat hukum apa tidak ?!" tulisnya.

End of content

No more pages to load