MALANGTIMES - Sepanjang 2018, Kota Malang dilanda bencana lumayan banyak. Total, ada 138 fasilitas umum dan 122 unit rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana. Untuk menanggulangi itu, Pemerintah Kota Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan anggaran senilai Rp 900 juta lebih untuk biaya renovasi.

Kepala Seksi Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Zerry Risky menyampaikan, anggaran tersebut sengaja disiapkan untuk merehabilitasi dampak bencana yang terjadi sepanjang 2018.

"Karena sebelumnya memang belum tercover," katanya pada wartawan belum lama ini.

Menurutnya, anggaran tersebut dibuat untuk merehabilitasi setiap bangunan yang rusak secara fisik. Kebanyakam mengalami kerusakan lumayan parah dikarenakan bencana kebakaran.

Selain itu, lanjutnya, sepanjang 2018 juga terjadi bencana banjir di delapan titik Kota Malang. Longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang juga terjadi di tahun lalu dan membuat kerusakan fisik, baik fasilitas umum maupun rumah warga.

Risky menjelaskan, kerusakan fisik bangunan itu mengganggu aktivitas warga. Sehingga sengaja dilakukan rehabilitasi seperti plengsengan dinding yang sepenuhnya mengalami kerusakan.

"Saat ini sedang menyiapkan Detail Engineering Design (DED) perencanaan rehabilitasi tersebut. selanjutnya akan diproses hingga pelaksanaan konstruksi di lapangan," paparnya.

Dia pun menargetkan konstruksi terhadap berbagai fasilitas umum yang rusak itu dapat dilakukan secepatnya. Sehingga fasilitas yang rusak dapat segera berfungsi normal.

Selain menanggulangi bangunan fisik yang mengalami kerusakan, menurutnya BPBD juga memberi sosialisasi kepada warga untuk tanggap menghadapi bencana. Diantaranya upaya menyelamatkan diri ketika bencana terjadi.

"Termasuk pengetahuan dasar tentang menyelamatkan diri saat terjadi bencana selalu disosialisasikan," pungkasnya.